Jalan Rusak sementara peliharaan masih berjalan kontraktor tutup mata

Kerusakan Jalan Warga Way Lubuk Lamsel Tuntut Kontraktor PT Gumentar

 70 Dilihat

Lamsel, mediamerdeka.co- Warga Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menuntut pihak sub kontraktor PT. Pembagunan Perumahan (PP) yaitu PT. Gumentar Agung (GA).

Tuntutan yang diajukan warga tersebut, diakibatkan oleh kerusakan jalan dan timbulnya debu akibat dari kendaraan-kendaraan damtruk yang melalui jalan pengerjaan proyek tersebut.

Menurut salah satu perwakilan warga, Ilhamudin, kendaraan dumtruck bermuatan material berupa urukan tanah tersebut, bermuatan melebihi kapasitas yang tidak sesuai dengan kekuatan jalan sehingga warga menginginkan perbaikan jalan seperti kondisi semula.

“Warga mobil damtruk fuso yang bermuatan timbunan lebih dari 10 ton dilarang masuk, yang diperbolehkan hanya dibawah 10 ton. Tetapi damtruk PP tersebut bermuatan diatas 10 ton,” kata Ilhamudin, Selasa (29/08).

Selain itu, warga juga menginginkan dilakukan penyiraman jalan agar mengurangi debu yang dimulai dari titik nol pertiga Kelurahan Way Lubuk sampai ke lokasi proyek.

Rumah warga yang dilalui jalan utama Kelurahan Way Lubuk, meminta agar diberikan konpensasi sebesar Rp. 400 ribu perbulan per kepala keluarga, lalu bagi yang tinggal di radius 150 M dari jalan utama masih yang terkena debu, warga meminta 300 ribu per kepala keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu dari pihak PT. PP Yus Yusuf selaku General Affair mengatakan, kerusakan-kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat pembangunan JTTS tersebut memang akan dilakukan perbaikan secara keseluruhan.

Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Lamsel untuk melakukan perbaikan jalan akibat kerusakan tersebut. Nanti perbaikannya dilakukan setelah semua pengerjaan proyek tersebut selesai,” kata Yus Yusuf.

Ditambahkannya, untuk saat ini pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak lapangan agar tidak melalui dusun yang mengalami kerusakan jalan tersebut untuk mobilisasi material.

“Kalau misalkan kami lakukan penambalan jalan, tentunya akan bekerja dua kali. Jadi nanti kami perbaiki setelah semua pengerjaan selesai dilakukan,” pungkasnya.

Sedangkan menurut Camat Kalianda, Erdiansyah, SH. MM, mengatakan, sebelum adanya tuntutan dari warga Way Lubuk tersebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap perwakilan dari perusahaan terkait.

Sudah kita ingatkan kepada pihak PT.PP bahwa jalan tersebut merupakan jalur yang padat yang menghubungkan antar kecamatan, jadi perlu memperhatikan dampak yang ditimbulkannya,” kata Erdi.

Selain itu, menurut Erdi pihaknya sudah menegaskan agar melakukan penyiraman jalan tidak hanya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan saja, tetapi sesering mungkin dilakukan penyiraman agar mengurangi dampak dari debu jalan.

“Secepatnya akan kita lakukan lagi mediasi antara pihak PT.PP dan warga, dan akan memperhatikan beberap tuntutan yang bisa dipenuhi untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Erdi.(Red)

Berita Terkait

Sulpakar Lantik Penjabat Kades Karang Raja Kecamatan Merbau Mataram

 1,356 Dilihat Lampungselatan, mediamerdeka.co- PejabatSementara (Pjs) Bupati Lampung Selatan melantik Penjabat (Pj) Kepala Desa Karang Raja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *