Ilustrasi

Sejumlah Orangtua MAN 1, Prihatin Kasus Yang Menimpah IR

 25 Dilihat

Bandarlampung,mediamerdeka.co —Sejumlah orang tua dan wali murid MAN 1 Bandarlampung mengaku prihatin atas kasus yang membelit IR (33) beberapa waktu lalu.

Menurut kabar, IR terlihat Shock belum masuk kantor. Bahkan akibat menanggung malu untuk persangkaan yg tidak dilakukannya IR berencana berhenti mengajar.
Simpati terhadap IR pun mengalir dari
Beni Trisna dan H. Chalil yang putranya juga berstatus siswa disekolah Madrasah itu.

Menurutnya, tindakan IR selaku pembina asrama putri yang mengoleskan freshcare terhadap ND (17) yang saat itu sedang sakit, masih dalam batas-batas normatif.

Karna IR memang ditugaskan  sebagai pembimbing di asrama itu.

“Sebenarnya Irwan tidak melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan oleh ND, kami yakin itu,” ujar Beni, Senin (4/9/2017).

“Ditangkapnya IR dengan persangkaan yang sangat lemah, tanpa visum dan ada dugaan keluar uang puluhan juta.

Justru saya melihat ini sebuah modus pemerasan, melalui lembaga,” sesal H. Chalil.

Selain guru ngaji anak saya, lanjut Beni, IR adalah sosok guru sekolah yang memiliki dedikasi tinggi.

“Buktinya dia (IR, red) dipercaya oleh pihak sekolah untuk menjadi pembina asrama putri. Jadi kalau memberikan pertolongan terhadap siswinya yang sedang sakit dianggap pencabulan, sudah enggak benar itu,” beber Beni.

Sebelumnya beredar pemberitaan di beberapa media online, IR ditangkap jajaran Polsek Sukarame di Bandarlampung, Minggu (20/8) belum lama ini.

Ia diduga melakukan pencabulan terhadap anak didiknya berinisial ND (17)

“Tersangka mencabuli korban di asrama sekolah,” ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Selasa (22/8) dikutip radarlampung.co.id

IR ditangkap setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke kantor polisi. Polisi langsung bertindak setelah mengorek keterangan saksi.

Saat ditangkap dan menjalani pemeriksaan, IR membantah perbuatan cabul yang dituduhkan padanya.

Niat IR hanya menolong ND, yang saat kejadian dalam kondisi demam dan terbaring lemah di kamar asrama.

IR lantas menyelipkan termometer di ketiak ND, untuk mengetahui suhu tubuhnya. Kemudian mengoleskan minyak angin ke perut ND.

“Niat saya hanya mau menolong ND yang sedang sakit. Saya tidak berniat mencabuli karena saya memegang badannya untuk mengolesi minyak angin dan pasang termometer,” ujar IR, Selasa (22/8)

Ternyata yang dilakukan IR tidak berkenan di hati ND. ND lantas melaporkan gurunya itu ke Polsek Sukarame.

Menurut polisi, perbuatan IR telah memenuhi unsur pencabulan.

Namun diketahui belakangan kasus tersebut berujung damai. Berhembus kabar, perdamaian itu beraroma pemerasan sehingga IR harus mengeluarkan uang sejumlah puluhan juta rupiah.

Pasca bergulirnya kasus tersebut, diketahui ND melenggang dengan mudahnya pindah sekolah ke salah satu SMA Negeri dikawasan Sukarame, Bandar Lampung.
Pihak orang tua siswa Madrasah berencana akan menggalang dukungan untuk mengadukan masalah ini pada Propam Polda Lampung. “Ini bentuk kriminalisasi terhadap guru, harus kita beri pelajaran jangan mudah melapor. Karna effect yang ditimbulkan dari pemeriksaan polisi  dan blowup media bisa merugikan pihak guru yg belum tentu berniat buruk terhadap muridnya,” imbuh H. Chalil.

Berita Terkait

Gubernur Lampung Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Paslon Kada

 1,100 Dilihat Bandarlampung Mediamerdeka- — Pilkada serentak tahun 2020 harus aman dari penularan covid–19. Demikian disampaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *