Kapolda Lampung menggelar expos

Akhirnya Polda Tetapkan Mustafa Sebagai Tersangka Peledakan Bom

 46 Dilihat

Bandarlampung, mediamerdeka.co-Kepolisian daerah (Polda) Lampung  tetapkan Mustofa sebagai tersangka dari peledakan di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Minggu(24/9) kemarin.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Pol.Suroso Hadi Siswoyo mengatakan, Mustafa Zailani ditetapkan sebagai tersangka karna dari penyelidikan dia (Mustofa)  adalah orang yang mempunyai atau meracik bahan peledak dalam rumah yang hanya berjarak 10 meter dari Polsek TkB itu.

“MZ telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan bahan peledak. Indikator barang bukti yang ditemukan ditemukan sedang didalami densus jika memang pelaku arahnya memang praduga teroris,” katanya saat menggelar expos di Mapolda Lampung, Senin (25/9).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum bisa memberitahukan apakah pelaku terlibat dalam jaringan teroris atau tidak.

“Buku-buku yang didapat merupakan buku panduan jihat. Namun, indikator tersebut masih didalami. Jadi kita tunggu perkembangan selanjutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, dari kronologi kejadian bermula anggota polsek TkB mendapat laporan bahwa ada ledakan yang diduga dari tabung gas yang mengakibatkan istri tersangka bernisial UY menjadi korban ledakan. Korban mengalami luka bakar akibat serpihan bahan peledak.

“Petugas lalu melakukan penyelidikan dan Olah TKP didapatkan keterangan saksi-saksi sudah dilakukan pemeriksaan termasuk MZ (52), sementara saksi yang masih dalam pemeriksaan yaitu saksi korban UY (42) yang kini masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda Lampung,” katanya

Masih kata Kapolda, barang bukti berupa diduga bahan peledak dan barang bukti lain seperti detonator didapat dari dua TKP yaitu di Jalan Ikan Sepat Telukbetung Selatan, dan di sekitar rumah pelaku.

“Lokasi pertama di Jalan Budi Utomo Tanjung Karang Barat tempat istri kedua dan di Jalan Ikan Sepat tempat Istri pertama dan ada temuan beberapa seperti buku, alkohol dan sebagainya, barang bukti sudah dikumpulkan oleh Polda Lampung. Ada juga bungkusan-bungkusan yang sedang dilakukan pendalaman,” jelasnya

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat pasal 1ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 51 tentang kepemilikan bahan peledak dengan ancaman pidana paling ringan penjara seumur hidup dan paling berat pidana hukuman mati.

Berita Terkait

DPRD Lamsel Sahkan Raperda APBD Tahun Anggaran 2021, Pendapatan Daerah Ditetapkan Sebesar Rp2,1 Triliun .

 1,041 Dilihat Lampungselatan, mediamerdeka.co- DPRD Kabupaten Lampung Selatan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat resmi menetapkan Pendapatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *