UIN (IAIN) Raden Intan

Fasilitas Sapras di UIN Raden Intan Lampung Belum Memadai

 131 Dilihat

Bandarlampung, mediamerdeka.co- Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung berinisiatif melakukan iuran untuk membeli LCD proyektor guna mendukung perkuliahan. Mereka melakukan iuran sebesar secara variatif berkisar Rp 100-170 ribu per mahasiswa untuk dapat membeli satu unit LCD proyektor.

Mahasiswa menyebut, metode pembelajaran sudah mengharuskan menggunakan proyektor namun fasilitas kampus tidak mendukung, dikarenakan, hampir semua mata kuliah menggunakan proyektor, namun tidak semua dosen mempunyai proyektor. Pihak jurusan atau fakultas memiliki proyektor namun jumlahnya terbatas.

DPD RI mengapresiasi wacana mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang berinisiatif iuran untuk membeli LCD proyektor guna menunjang sarana pendidikan. “Itu bagus sekali, artinya mereka (mahasiswa) peduli,” kata Anggota DPD RI asal Lampung Andi Surya, Selasa (26/09/2017).

Ketua Yayasan UMITRA Lampung ini berujar, barangkali perubahan Institut Agama Islam Negeri (AIN) menjadi UIN belum sepenuhnya, artinya saat ini UIN belum ada dana untuk membeli sarana penunjang pendidikan.

“Perubahan UIN tentu harus dibarengi dengan perubahan prasaranya juga,” ucapnya. Mantan Anggota DPRD Lampung ini menuturkan, perubahan IAIN menjadi UIN hanya bentuk nyata dari institusi, belum tentu berubah sarana dan prasaranya. “Begitu juga sebaliknya,” imbuhnya.

Senator asal Lampung ini menambahkan, ada baiknya perubahan institusi diikuti dengan perubahan sarana prasaranya, maka kata dia, akan berjalan baik.

“Jadi biasa aja jika perubahan institusi tanpa dibarengi perubahan sarana prasarana, sejauh proses belajarnya baik,” ujarnya. Kata Andi, ada 2 hal yang berbeda antara perubahan institusi dan perubahan sarana prasarana secara parsial (berhubungan secara keseluruhan) harus disandingkan, “Sebaiknya perubahan UIN diikuti ke arah pendidikan UIN yang positif,” tambahnya.

Menurutnya, soal keterbatasan LCD proyektor, UIN Raden Intan Lampung adalah universitas negeri artinya punya negara, uang negara kata dia, terkadang ada terkadang tidak, dimungkinkan saat ini UIN Raden Intan Lampung belum memiliki dana untuk membeli sarana prasarana seperti proyektor.

“Tinggal pimpinan UIN mengajukan ke lembaga terkait untuk mempertahankan dan memperjuangkan sarana prasarana penunjang pendidikan di UIN,” ujarnya. (KR)

Berita Terkait

Rakor Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2021, Wagub Chusnunia Minta Segera Atasi Keluhan Pupuk di Kalangan Petani

 530 Dilihat Bandarlampung ( Mediamerdeka)—— Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) minta jajarannya mengecek keluhan pupuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *