Teater Potlot Kembali Mentaskan Drama “Rawa Gambut” Karya Conie Sema di Taman Budaya Lampung

 40 Dilihat

Bandarlampung,mediamerdeka.co – Setelah sukses pementasan di Kota Palembang Sumatera Selatan pada Maret lalu, Teater Potlot kembali mementaskan drama “Rawa Gambut” karya Conie Sema di Taman Budaya Lampung pada 30 September.

Pentas kedua ini, merupakan rangkaian perjalanan pentas di pulau Sumatera.

Rawa Gambut menceritakan pergulatan manusia di wilayah gambut Pesisir Pantai Timur Sumatera. Dimulai kehidupan tradisional masyarakat di sana, hingga masuknya perusahaan perkebunan skala besar.

Drama yang berdurasi sekitar satu jam ini, tidak hanya menyuarakan kerusakan lahan gambut, tetapi juga mengingatkan pemerintah atas banyaknya temuan arkeologi situs dan artefak masa Sriwijaya di wilayah tersebut.

Pentas “Rawa Gambut” ingin menginterupsi penataan lansekap berkelanjutan di kawasan gambut di Pesisir Pantai Timur Sumatera itu, agar tidak hanya berorientasi ekologi dan ekonomi, tetapi juga budaya.

“Gambut adalah sebuah peradaban manusia. Perlu ada lansekap budaya di sana. Penguasaan bentang alam untuk kegiatan ekonomi sekarang ini, sangat tidak adil. Terutama bagi kelangsungan hidup anekaragam hayati. Jutaan hektare bentang alam di sana, dihabisi cuma untuk sawit dan akasia,” tegas Conie Sema yang juga mantan jurnalis RCTI Lampung.

Pentas keliling ini, mengingatkan semua orang, selain hancurnya kehidupan gambut di kawasan pesisir Pantai Timur Sumatera, juga keberadaan jejak sejarah dan peradaban dibiarkan hilang dan musnah akibat aktifitas pengelolaan perkebunan dan industri.

Teater Potlot berharap kebijakan pengelolaan lansekap berkelanjutan harus beintegrasi juga dengan lansekap budaya. Tidak berorientasi secara ekologis dan ekonomis semata.

Sementara itu, pimpinan produksi pementasan, Yudi Semai mengatakan, bahwa untuk pementasan “Rawa Gambut” di Lampung kali ini mengalami banyak perubahan dari yang dipentaskan di Palembang Maret 2017 lalu.

“Secara artistik penggarapan, jumlah pemain, kostum, juga bloking permainan, nyaris berubah total,” ujar Yudi.

Sempat lama vakum dari kegiatan kesenian. Teater Potlot kembali aktif November 2016 lalu dengan ditandai pementasan naskah “Majhi” karya Conie Sema, di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.

“Pentas Rawa Gambut ini dilaksanakan atas  kerjasama Teater Potlot dengan UPTD Taman Budaya Lampung, serta didukung Mongabay Indonesia dan Lampung Post,” kata Yudi. (Red)

Berita Terkait

Danrem 043/Gatam Beri Pengarahan Kepada Danramil – Babinsa Tersebar Kodim 0411/LT

 757 Dilihat Bandarlampung, mediamerdeka.co- Bertempat Di Aula Pamungkas Kodim 0411/LT Jln. Veteran No.53. 22 Hadimulyo Barat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *