Ketua Harian Granat Provinsi Lampung Rusfian Effendi

Rusfian Effendi, Penanganan Narkoba Bukan Hanya Tanggungjawab Penegak Hukum Tetapi Tanggungjawab Kita Bersama

 14 Dilihat

Bandarlampung, Mediamerdeka.co- Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran empuk pasar besar peredaran dan perdagangan narkoba di dunia. Hal itu dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna. Bahkan orang meninggal dunia sia-sia setiap tahunnya selalu bertambah, atau setiap hari 50 orang mati karena narkoba.

Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, ekstasi, dan sabu. Narkoba menyasar pada kelompok yang awalnya hanya mencoba pakai terutama kelompok pelajar, mahasiswa dan kelompok pekerja usia produktif.

Hingga saat ini para pengguna Narkoba tidak ada putus-putus, bahkan setiap hari terus bertambah para pengguna maupun pemakai. Ungkap, Ketua Harian Granat Provinsi Lampung Rusfian Effendi, didampingi Ketua Granat Provinsi Lampung, H. Tony Eka Chandra saat ditemui mediamerdeka.co, dikediamannya, Kamis,(12/10).

Menurut Rusfian Effendi, pihaknya selama ini hanya memberikan pemahaman kepada pengguna atau pemakai Narkoba, atau disebut juga KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), menanamkan kesadaran pada elemen masyarakat atau menyampaikan pesan dengan memberikan sosialiasi kepada  para siswa  di sekolah-sekolah atau melalu media.

“Persoalan Penanganan Narkoba ini, sebenarnya bukan hanya tanggungjawab penegak hukum, tetapi masyarakat atau tanggungjawab kita bersama.”

Untuk itu kami mengajak kepada masyarakat untuk tidak untuk mencoba atau menggunakan barang haram tersebut, yang mencoba untuk segera berhenti, bila idak gala ditangkap polisi, kata Rusfian sambil bekelakar Palembang.

“Meningkatnya penggunaan narkoba di Indonesia, karena kurangnya pemahaman tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri. Hal itu dibarengi dengan kurangnya kepedulian masyarakat, dan terkadang aspek penegakan hukumnyapun masih lemah. Serta, tidak berpihak pada rasa keadilan masyarakat,” katanya

Tugas kami ini, hanya mengajak, kalau mau kearah yang lebih baik, kalau gak mau ya sudah, paparnya lagi

Upaya penanggunalan atau pencegahan ada 4 katagori, yang pertama upaya Preentif, yaitu cegah dini yaitu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat yang belum terkena untuk tidak untuk mencoba, melalui  KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi), termasuk melalui media cetak maupun media elektronika atau langsung wawancara tatap muka dan menanamkan kesadaran.

Yang kedua upaya Prepentif yaitu mencegah pintu masuk yaitu tugasnya aparat sehingga barang haram Narkoba tidak bisa masuk, baik melalui bandara maupun pelabuhan, termasuk melakukan razia-razia ditempat keramaian malam, sehingga barang haram  itu tidak beredar, dan itu tugas siapa kalau bukan tugas aparat hukum dan masyarakat. Tegasnya

Yang ketiga Refresif yaitu penegakan hukum mulai penyidikan oleh pihak kepolisian dan adanya barang bukti, tuntutan oleh jaksa putusan majelis hakim sampai pelaksanaan keputusan, pelaksanaan keputusan itu adalah lembaga pemasyarakatan, tapi dalam prakteknya,  setelah dihukum tobat, ternyata tidak bahkan makin menjadi, seharusnya dengan adanya hukuman orang itu menjadi efek jera tetapi bukan nambah berhenti tetapi makin jadi,

“ Kalo saya pribadi, bagusnya ditembak mati saja, dor selasai kau, katanya sambil bekelakar, yang jelas mereka yang selama ini dikurung dengan kasus Narkoba tidak ada buat mereka menjadi efek jera, “ Paparnya

Sedangkan yang keempat adalah upaya rehabilitasi, bagi mereka pencandu Narkoba, dan kecanduan tersebut masih ada harapan, melalui rehabilitasi dengan pemulihan atau penyembuhan,

Rusfian menambahkan, upaya rehabilitasi ini ada dua, secara medis maupun non medis, kalau pendekatan medis dengan perobatan rumah sakit sedangkan untuk non medis, ada cara cara diluar medis diantaranya akupuntur atau dengan cara  pengobatan dengan Abah Anom, dijawa barat. Yang jelas itu semua untuk jalan pemulihan, tetapi biasanya kalau untuk pencandu narkoba ini, sulit untuk sembuh.

“Untuk itu saya berharap kepada masyarakat jangan mencoba dan jangan mendekati” Tutupnya. (Red)

 

 

Berita Terkait

Pemkab Pesibar Rakor Persiapan Pilkada

 1,619 Dilihat Pesisir Barat, mediamerdeka.co-  Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pesisir Barat Achmad Chrisna Putra memimpin rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *