MASSA yang tergabung dalam Front Muda Nahdliyin berunjuk rasa di halaman Polda Lampung, Selasa siang, 24/10/2017. Aksi demonstrasi itu terkait pidato Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang dianggap melecehkan Ketua PBNU KH Said Aqil (foto/duajurai.co)

Front Muda Nahdliyin, Cekam Pernyataan Bupati Lamsel

 18 Dilihat

Lampung Selatan, mediamerdeka.co – Front Muda Nahdliyin geram atas pernyataan Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan dalam sambutannya saat melepas Pawai Ta’aruf pada peringatan Hari Santri Nusantara ke-III yang isinya mengkritik Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, di Lapangan Cipta Karya Kalianda, Minggu (22/10) lalu.

Dalam sambutan itu Zainudin mengatakan pernyataan yang diungkapkan Said Aqil Sirad di media sosial youtube tentang muslim berjenggot itu bodoh harus diluruskan. Sebab, dia beranggapan boleh jadi apa yang disampaikan ketua NU tersebut sama halnya menghina warga NU bahkan pendiri NU yang berjenggot.

“NU Lamsel harus berani mendobrak hal ini. Karena, Ketua NU di pusat KH. Said Aqil Siradj ini sudah menjelek-jelekkan pendiri NU sendiri.

Kenapa NU Lamsel diam saja sementara pendiri NU dicaci maki tiap hari. Bisa dilihat di medsos atau youtube yang sampai sekarang belum bisa di hapus. Kata beliau, makin panjang jenggot saudara makin bodoh makin lemot karena otaknya tertarik,” kata Zainudin.

Adik Ketua MPR ini mengatakan, meskipun bukan sebagai pengurus NU dirinya marah atas pernyataan Ketua PBNU yang beredar di media sosial tersebut. Dia meminta pengurus NU Lamsel dapat mengambil sikap atas pernyataan tersebut.

“Mestinya, Pak Ismail (Ketua Robitoh Ma’had Islamiyah NU Lamsel) juga marah, berangkat ke Jakarta. Kalau nggak ada bus saya yang siapkan. Ganti saja itu Said Aqil Siradj yang suka ngaco,” imbuhnya.

Koordinator Front Muda Nahdliyin Een Riansah mengatakan, pernyataan tersebut sangat melukai perasaan semua warga Nahdliyin se-Provinsi Lampung terutama Santri. Hari Santri Nasional kata dia, adalah sebuah penghargaan negara atas dedikasi santri yang telah ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sungguh tidak layak dan sangat memalukan seorang bupati yang merupakan bagian dari pemerintahan menyampaikan pidatonya dangan konten penghinaan dan cenderung provokatif, terlebih yang dihina adalah Ketua PBNU K.H Prof.Dr. Said Aqil Siradj.

Ini menjadi bukti bahwa seorang pemimpin telah gagal dalam memimpin Kabupaten Lampung Selatan, karena ketidakmampuannya dalam mengayomi dan membimbing keberagaman umat beragama. Ini adalah bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap warga  Nahdliyyin secara keseluruhan,” ucapnya.

Untuk itu Front Muda Nahdliyin menyatakan 3 sikap, yaitu mengutuk keras pernyataan Bupati Lampung Selatan, kemudian, menuntut Bupati Lampung Selatan untuk meminta maaf, secara lisan dan tulisan, kepada seluruh warga NU se-Indonesia dalam waktu 1 X 24 jam terhitung dari sekarang dan menghimbau kepada seluruh warga NU Lampung, untuk segera merapat dan melakukan aksi secara bergelombang di Lampung Selatan sampai dengan Bupati Lampung Selatan mencabut dan meminta maaf terkait pernyataannya. (Red-Srya)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Pimpin Penandatanganan Pakta Integritas Paslon Kada

 1,944 Dilihat Bandarlampung Mediamerdeka- — Pilkada serentak tahun 2020 harus aman dari penularan covid–19. Demikian disampaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *