Kepala Dinas Perdagangan (Disdag)Lampung Ir.Ferynia saat memberikan sambutannya

Disdag Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditi Agro

 14 Dilihat

Bandarlampung, mediamerdeka.co- Pemerintah provinsi Lampung melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung menggelar pasar lelang forward komoditi agro bersama pelaku usaha dari seluruh Kabupaten/kota se Lampung dan staekholder di Balai Koperasi dan UMKM, Senin(6/11).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag)Lampung Ir.Ferynia mengatakan,Kemendag RI melalui Badan Pengawas Perdagangan berjangka Komoditi (Bappebti) telah menyusun langkah pelaksanaan tiga pilar program utama seperti,program pasar lelang komoditi agro,Sistem Resi Gudang(SRG) dan bursa komoditi berjangka,ujarnya.

Menurutnya,pasar lelang merupakan kegiatan ekonomi dengan tujuan menciptakan mekanisme pembentukan harga dan peningkatan efisiensi  pemasaran agar menjadi pasar yang terorganisir yang nantinya dikelola badan usaha secara profesioanal,jelasnya.

“Pasar lelang ini mengedepankan norma ekonomi sehingga pelaku usaha mampu menggerakkan keseimbangan dan kuat dan memiliki posisi tawar karna menunjang ekonomi rakyat,”kata Ferynia saat membuka Pasar lelang forward komoditi agro.

Kita harapkan program pasar lelang ini akan mampu mengintegrasi pola kerjasama yang baik antara petani dan pedagang,artinya antara penjual dan pembeli  akan banyak mendapatkan sisi manfaat mulai dari pembentukan harga yang wajar dan memperpendek mata rantai dengan sistem penguatan  mutu produksi,ini yang ke 48 kali kita selenggarakan,urainya.

Selain itu, kedepan kita akan terus melibatkan perusahaan daerah seperti BUMD  PD Wahan Rahardja,karna BUMD selama ini ikut andil dalam pelaksanaanya.

Feeynia menegaskan bahwa khsusu komoditi beras saat ini telah ada peraturan Kemendag RI dan akan terus ada pemantauan pendistribusian beras edar,tambahnya.

“Ada kriteria seperti beras organik,beras industri kesehatan yang di atur dalam sertifikat dari BPPOM,” tegasnya. Termasuk aturan setifikat beras geografis yang di atur Kemndag dan Kemenkumham,pungkasnya.

Sementara,Ketua panitia pelaksanaan pasar lelang forward komoditi agro Ir.Ofrial menambahkan, kegiatan ini merujuk  pada Keputusan Kepala dinas perdagangan Lampung nomor.17/V.25/KP.PPDN/X/2017 dengan tujuan pengembangan pasar lelang sekaligus menyamakan persepsi atau pemahaman tentang kebijakan.

Menurutnya,peserta diikuti dari berbagai Kabuputen/kota se Lampung dan provinsi lain seperti Jambi dan Bengkulu. “Ada 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan di Tahun 2017 telah di laksanakan sebanyak 7 kali dengan nilai transaksi sebesar Rp.528 Miliar,”singkatnya.(Red-Heris)

Berita Terkait

Masuki Jadwal Kampanye Yusuf Kohar Kedepankan Sosialisasi Bentuk Silaturahmi

 10,617 Dilihat Bandar Lampung, Mediamerdeka.co- Memasuki jadwal kampanye pasangan Yusuf kohar dan Tulus purnomo dengan no …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *