Wakil Ketua Pembelaan wartawan PWI Lampung Juniardi, saat melapor kebadan kehormatan DPRD Kota Bandarlampung

BK Proses Kasus “Jengkol” Rp1 Miliar, Preman Ajak “Duel” Wartawan

 9 Dilihat

Bandarlampung, Mediamerdeka.co-Badan Kehormatan DPRD Kota Bandarlampung melakukan proses atas laporan Serikat Jurnalis Dewan Kota (SJDK) Bandarlampung, yang melaporkan oknum ketua Fraksi Parti Golkar, Yuhadi, terkait pernyataan, harga jengkol dewan Rp1 Miliar, dan sebagai preman, lalu “tantang” duel wartawan, saat sidak kasus retak bangunan playover, depan MBK, Bandarlampung.

BK mengundang dan melakukan klarifikasi kepada para wartawan yang tergabung di SJDK Bandarlampung, Rabu (8/11) pukul 10.00, meski sempat molor dua jam, pertemuan akhirnya berlangsung di ruang rapat Ketua DPRD Kota Bandarlampung.

Pertemuan dipimpin Ketua BK DPRD Kota Bandarlampung Agus Manarif, didampingi anggota Dedi Yuginta (PDIP), Edison Hadjar (PAN), dihadiri puluhan wartawan, didampingi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung Juniardi, dan Kordinator Bidan Online Zaini Tubara Tuan Bandarsyah.

Dalam pertemuan itu Ketua BK atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandarlampung, menyampaikan permohonan maaf atas ucapan, prilaku dan sikap salah satu anggota DPRD Bandarlampung, atas keteledoran dan terkesan arogan terhadap wartawan.

“Atas nama lembaga, sebelum yang bersangkutan menyampaikan maaf, kami mohon maaf atas keteledoran dank e-aroganan salah satu anggota kami kepada wartawan. Kami melakukan klarifikasi ini kepada wartawan, karena merespon laporan temen temen wartawan, yang selama ini adalah mitra kami,” kata Agus Man Arif.

Menurut Agus, pihaknya akan melakukan proses sesuai mekanisme yang ada di BK DPRD Kota Bandarlampung. “Kami legislative punya tiga fungsi, pengawasan, bujeting, dan legislasi. Sama dengan wartawan yang melakukan control sosial. Kami melihat selama ini wartawan sudah benar melakukan tugas tugas jurnalistiknya,” katanya.

Menurut Agus, anggota DPRD Kota Bandarlampung, tidak juga digeneralkan seperti ungkapan Rp1 miliar itu. “Setelah ini kita juga akan melakukan klarifikasi, terhadap Yuhadi, anggota dewan yang dilaporkan temen temen wartawan. Meski secara person kita sudah teleponan. Selajuntkan kita sampaikan pada pimpinan dewan, dengan formula rumusan BK,” katanya.

Agus berharap persoalan itu tidak berlarut larut, karena sudah viral, dan menjadi meme di medsos, soal jengkol, preman, dan ajak duel wartawan itu. “Jangan sampai persoalan ini terus menjadi meme. Saya gaptek, tapi anak saya tunjukan kiriman logo dewan dibandingkan dengan jengkol nilai Rp1 miliar,” katanya, disambut tawa seisi ruangan.

Dalam pertemuan itu,Septa H Palga(lampungcenter.com), Lamsihar Sinaga (poroslampung), Roni (Rakyatlampung), Eka (lampungpost), dan Romi (Tribunlampung), mengungkapkan fakta fakta, yang terjadi saat pertama masuk rumah makan Bumbu Desa, tak jauh dari lokasi bangunan Flayover, Jalan Teuku Umur, Kedaton, Bandarlampung.

“Kami melaporkan oknum anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung Yuhadi ke Badan Kehormatan legislatif bukan untuk menyudutkan, tapi sebagai pesan tidak terjadi lagi dengan teman teman yang lain. Kami ini saying dengan beliau,” kata Septa yang didaulat menjadi Koordinator Serikat Jurnalis DPRD Kota itu.

Dalam laporan itu, Serikat Jurnalis DPRD Bandar Lampung menuntut Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung ini untuk membuat pernyataan maaf secara resmi dan tertulis yang dipublikasi di media cetak dan online di Lampung. Sebab, menurutnya, pernyataan yang dilontarkan Yuhadi yang mengaku preman dan siap berkelahi terkesan melecehkan dan mengintimidasi awak pers dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Lamsinar menambahkan, soal pernyataan harga jengkol DPRD yang diperolehnya senilai Rp1 miliar itu diucapkan dihadapan banyak wartawan, anggota Dewan terutama anggota Komisi III, Dinas PU Kota, dan pengembang proyek yang ada disana.(Red-MM)

“Saya ini mantan kontrakor, berantem juga mau, saya ini juga preman, mahal saya dapat jengkol ini habis Rp1 miliar, itu diucapan dengan nada tinggi. Ada temen temen yang ditunjuk. Rasa kami ingin langsung pulang waktu itu. Datang liputan diajak makan bukan untuk dimarah marah,” katanya, menirukan ucapan Yuhadi, diamine Roni, Romi, dan Elka, serta puluhan wartawan lainnya.

Sebelumnya, Koordinator YLBHI-LBH Bandar Lampung Kodri Ubaidillah juga menyayangkan pernyataan yang diucapkan seorang wakil rakyat kepada jurnalis. Bahkan Yuhadi sempat dihubungi salah satu wartawan mempertanyakan kesalahan dari pernyataannya yang menyinggung wartawan. Yuhadi meminta pernyataannya itu tidak dibesar-besarkan. “Memang ada buktinya soal ucapan menantang wartawan, kalau jengkol Rp1 miliar iya. Tolonglah jangan dibesar-besarkan. Saya mau yasinin 40 hari 40 malam kalau masih (berlanjut). Kita lihat nanti

Berita Terkait

Pemkab Lamsel Salurkan Bantuan Korban Rumah Roboh

 910 Dilihat Lamsel – Aksi cepat tanggap kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan. Kali ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *