Wakil Ketua PWI Lampung, Juniardi, S.IP, MH

PWI Lampung Mengecam Arogansi Ketua Aspeknas

 13 Dilihat

PESISIR BARAT, MEDIAMERDEKA.CO-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mengecam tindakan arogansi ketua Asosiasi Pelaksana Kontruksi Nasional (Aspeknas) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Rizki Putra, S.E.,  yang mengancam akan melaporkan dua  wartawan yang bertugas di Pesibar terkait pemberitaan proyek PT. 41R Rich Konstruksi, diruas Simpangkerbang Kecamatan Waykrui – Lebuai Kecamatan Pesisir Tengah senilai Rp5.068. 800.000.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Juniardi JT, S.IP., M.H., Jumat (19/1), menyayangkan tindakan kontraktor tersebut. Bagaimana tidak, perusahaan kontraktor sekelas Perseroan Terbatas (PT) merupakan sebuah lembaga yang profesional dan mengerti aturan hukum, serta mengerti etika tidak hanya persoalan bisnis. Jika kontraktor tersebut keberatan dengan pemberitaan seharusnya menggunakan hak jawab dan klarifikasi.

“Saya sangat menyayangkan sikap arogansi oknum kontraktor itu, seharusnya dia menggunakan hak jawab bukan dengan gaya premanisme, gaya kekerasan atau pengancaman. Apalagi sekelas PT, ya harus profesional,” terangnya.

Menurutnya, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

“Selain itu, Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi (the fourth estate of democracy) dan mempunyai peranan yang penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintah dan di lindungi Undang-Undang (UU),” lanjutnya.

“jika itu yang dilakukan oleh kontaktor, maka itu juga adalah bentuk-bentuk intimidasi terhadap pers, jadi bisa dikatakan perbuatanya menghalangi kerja jurnalistik dan tidak menghormati undang-undang pers” sambung sosok yang beken disapa Jun itu.

Jun juga mempersilahkan jika kontraktor tersebut keberatan dengan pemberitan wartawan, yang seharusnya menggunakan hak jawab bukan dengan sikap arogansinya.

“Silahkan lapor ke polda atau melalui ranah hukum, nanti akan dikembalikan ke PWI Provinsi. Nanti dia diberi hak jawab, hak klarifikasi dan hak lainnya, dan jika wartawan terancam kita akan ambil tindakan untuk melaporkan kontraktor tersebut,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur PT. 41R Rich Konstruksi yang merupakan Ketua Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Rizki Putra, S.E., diduga mengancam akan melaporkan wartawan media online suarapedia.com, Novan Erson, dan Harian Momentum, Agung Sutrisno, ke Polda Lampung terkait dengan pemberitaan proyek peningkatan badan jalan ruas Simpangkerbang Kecamatan Waykrui – Atar Lebuai Kecamatan Pesisir Tengah yang dikerjakan oleh perusahaannya, yang diputus kontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) per 28 Desember 2017 lalu.

Dalam sambungan via ponselnya baik kepada wartawan suarapedia.com maupun Harian Momentum, Riski Putra, Kamis (18/1), menyampaikan dirinya merasa keberatan dengan pemberitaan didua media tersebut, dikarenakan tanpa konfirmasi ke pihaknya.

“Saya ketua Aspeknas yang Kamu beritakan itu. Kamu memberitakan saya tanpa konfirmasi dengan saya,” ujar Rizki Putra dengan wartawan Harian Momentum, Agung Sutrisno dan suarapedia.com, Novan Erson, dimasing-masing ponsel.

Rizki membantah jika material yang digunakannya adalah lapis, justru pihaknya merasa material yang digunakan adalah batu belah yang dibelinya dari Bukitkemuning. “Saya punya bukti pembelian batu belah dari Bukitkemuning lengkap berarti kamu sudah fitnah dan mencemarkan nama baik saya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, menurutnya juga sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemutusan kontrak dimaksid. “Kalau itu diputus kontrak, seharusnya saya sudah dapat surat pemutusan kontrak, sampai detik ini surat pemutusan kontrak itu saya belum dapet,” tambahnya.

Dengan nada arogan, Rizki mengajak untuk bisa bertemu di Bandar Lampung tepatnya Polda Lampung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.  “Jadi kamu mau apa sekarang, kita selesaikan secara hukum atau kamu ketemu saya sekarang, kamu dimana?. Kita ketemu di Polda aja yuk. Habis semua harta saya, kita selesaikan secara hukum ini ya, jadi saya akan gunakan ranah hukum sesuai aturan negara. kalian lihat saya ya,” ancamnya. (Red-opik)

Berita Terkait

Masuki Jadwal Kampanye Yusuf Kohar Kedepankan Sosialisasi Bentuk Silaturahmi

 10,328 Dilihat Bandar Lampung, Mediamerdeka.co- Memasuki jadwal kampanye pasangan Yusuf kohar dan Tulus purnomo dengan no …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *