Pemkab Way Kanan Gelar Pelatihan Teknis Tematik Pengelolaan Alsintan

 5 Dilihat

Waykanan, Mediamerdeka.co- Pemkab Waykanan menggelar Pelatihan Teknis Tematik Pengelolaan Alsintan Dan Operator Bagi Non Aperator Di Upja Mandiri Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga, Senin (5/02/2018).

Tampak hadir perwakilan Pelatihan Teknis Tematik Pengelolaan Alsintan Dan Operator Bagi Non Aperator Di Upja Mandiri Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga, jajaran forkominda pemerintah kabupaten Waykanan, dan perwakilan dari Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Lampung Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Raden Adipati Surya
menyampaikan ucapkan terimakasih kepada Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung, yang telah mempercayai UPJA Mandiri Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga Kabupaten Way Kanan sebagai lokasi pelatihan ini dan mengucapkan selamat datang kepada peserta dari Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Lampung Utara.

Menurutnya, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung pemenuhan produksi pertanian yang terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, menurunnya daya dukung lahan, rendahnya intensitas pertanaman, dan kepemilikan alsintan secara individu yang kurang menguntungkan.

Hal ini mutlak diperlukan, dikarenakan Alsintan dapat mempercepat dan meningkatkan mutu pengolahan tanah, penyediaan air, meningkatkan intensitas Pertanaman (IP), mengurangi kehilangan hasil, menjaga kesegaran dan keutuhan, meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan produk komoditas pertanian dan melestarikan fungsi lingkungan.

Untuk itu, strategi pengembangan Alsintan dalam rangka pemanfaatan inovasi dan teknologi mekanisasi pertanian dengan menumbuh dan mengembangkan sistem kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Sedangkan  fungsi utama kelembagaan UPJA yaitu melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk pelayanan jasa Alsintan dalam penanganan budidaya seperti jasa penyiapan lahan dan pengolahan tanah, pemberian air irigasi, penanaman, pemeliharaan, perlindungan tanaman termasuk pengendalian kebakaran maupun kegiatan panen, pasca panen dan pengolahan hasil pertanian seperti jasa pemanenan, perontokan, pengeringan dan penggilingan padi, termasuk mendorong pengembangan produk dalam rangka peningkatan nilai tambah, perluasan pasar, daya saing dan perbaikan kesejahteraan petani.

Agar dapat tercapainya tujuan yang diharapkan melalui pelatihan ini, hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama dan melakukan pendekatan sistem managemen aset yang tepat, mulai dari perencanaan (pengadaan dan pemilihan), penggunaan sampai pada monitoring dan evaluasi pemanfaatan aset tersebut, dan dalam Perbup Way Kanan No 75 tahun 2017 diatur pola kerjasama dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kelompok tani/UPJA .

Bupati juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, melalui para petugas penyuluh lapangan dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam memotivasi petani untuk dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian, dalam rangka mendukung pengembangan pola pertanian modern.

Para penyuluh lapangan juga perlu membekali diri dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian yang modern tanpa meninggalkan pengembangan pertanian yang telah berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan. (Red- Nusi)

 

Berita Terkait

Sekdaprov Apresiasi Peran KKDN Perwira Siswa Dikreg Sesko TN

 960 Dilihat Bandar Lampung, mediamerdeka.co Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, Provinsi Lampung punya banyak potensi untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *