Pelebaran Jalan di Dua Kelurahan Diduga Asal-Asalan

 27 Dilihat

Bandar Lampung,mediamerdeka.co- Selain pelebaran Jalan Cendana, Kelurahan Tanjungseneng, Kecamatan Tanjungseneng, Bandar Lampung yang diduga asal-asalan, kini terlihat juga pelebaran Jalan AMD di kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjungseneng pun tidak menggunakan dasar batu besar atau onderlagh, dan terlihat batu yang digunakan diduga dicampur tanah.

Ryan warga setempat mengatakan, pelebaran jalan yang menggunakan dasar batu besar saja bisa terjadi amblas apalagi ini tidak sama sekali menggunakan batu onderlagh.

“Pakai dasar batu besar atau onderlagh saja kadang jalan bisa amblas apalagi ini hanya dilebarkan dengan batu kecil yang terlihat tercampur tanah, saya yakin ini tidak akan tahan lama,” kata Ryan, Rabu (11/4) di lokasi.

Ryan menganggap bahwa pekerjaan yersebut terliat main-main dan menghabiskan uang rakyat dengan percuma.

“Kalau kerjaan ini seperti main-main saja. Ini habiskan uang rakyat dengan percuma. Lebih baik tidak usah saja sekalian dilebarkan kalau kerjaannya asal-asalan seperti ini,” ujarnya

Sebelumnya, pelebaran Jalan Cendana, kelurahan Tanjungseneng, kecamatan Tanjungseneng, Bandar Lampung diduga asal-asalan. Pasalnya pelebaran jalan tersebut tanpa menggunakan batu onderlagh dan penggunaan batu untuk pelebaran jalan itu terlihat dicampur tanah.

Iwan warga setempat mengatakan, kalau pekerjaan pelebaran jalan tersebut tanpa adanya dasar batu yang besar dikhwatirkan jalan tidak lama akan amblas.

“Lihat saja itu tanpa batu onderlagh, batunya saja terlihat seperti dicampur tanah,” kata Iwan kesal melihat pekerjaan PU kota yang diduga asal-asalan, Senin (9/4).

Menurut Iwan kalau pekerjaan seperti ini ia mengkhawatirkan dalam itungan bulan pelebaran jalan tersebut akan rusak, apalagi saat ini musim penghujan.

“Kalau kerjaan seperti ini gak lama deh cepet rusak, ini sama saja percuma mengabiskan uang rakyat hanya untuk mendapatkan proyek dan keuntungan pribadi tetapi pekerjaannya asal-asalan,” tandasnya.

Kalau kerjaan seperti ini kata Iwan, biarkan saja warga sekitar yang mengerjakannya.

“Kalau kerjaan seperti ini berikan ke warga saja, biar warga yg mengerjakannya. Kalau kami yang mengerjakannya mungkin jalan ini akan tahan lama dan lebih baik,” pungkasnya.

Sementara saat dihubungi Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Samsul tidak diangkat begitupun SMS melalui WatsApp pun hanya dibaca tak dibalas. (Roni)

Berita Terkait

SID ala Alumni Darmajaya ini Wujudkan Desa Lokus Program Smart Village di Lampung

 938 Dilihat BANDAR LAMPUNG — Kemudahan pencatatan kependudukan dan pelayanan administrasi masyarakat di desa menjadi tantangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *