Pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Lampung nomor tiga Arinal Djunaidi - Chusnunia

Arinal-Nunik Ajak Peserta Pilgub Lampung, Duduk Bersama dan Menjaga Persaudaraan

 75 Dilihat

Bandarlampung,mediamerdeka.com – Pasangan Cagub dan Cawagub Lampung Arinal Djnaidi – Chusnunia atau Arinal-Nunik mengajak kadidat peserta pilgub untuk duduk bersama dan menjaga persaudaraan.

“Siapapun yang menang (Pilgub Lampung 27 Juni 2018) harus menjaga persaudaraan. Saya harap tidak ada hal yang buat hal yang membuat bertambahnya waktu karena bisa menghambat kerja KPU,” kata Arinal di sela Halalbihalal bersama petani se-Lampung di kediaman Arinal Djunaidi, Minggu, 1 Juli 2018.

Ketua DPD I Golkar Lampung ini menambahkan, ihwal posko pengaduan dugaan money politics yang digagas lawan politiknya di Tugu Adipura Bandarlampung, itu ada aturannya. Arinal mengimbau untuk diserahkan kepada lembaga yang menanganinya.

“Kan ada Gakkumdu. Semua sudah berproses. Kini, bagaimana membangun Lampung ke depan lebih baik dan kami (Arinal-Nunik) akan bekerja profesional,” ucapnya.

Mantan Sekdaprov Lampung ini mengimbau pendukungnya agar tetap tenang dan menyerahkan kepada proses yang sudah berjalan. Tidak perlu melakukan tindakan yang justru akan membuat gaduh.

“Pilkada damai bukan hanya proses pilkada namun damai seterusnya, karena kita bersaudara,” ujarnya.

Sementara Nunik mengatakan, Arinal-Nunik berkomitmen membangun Lampung. Bupati Lampung Timur inipun mengajak semua kalangan untuk duduk bersama.

“Mari semua pihak, anggap ini bukan kemenangan kami. Kami tidak bekerja sendiri. Bangun Lampung bersama, ayo jaga keamanan, kenyamanan. Ini tidak ada yang panas. Pilgub sudah dilewati dengan aman dan damai,” paparnya.

Ketua DPW PKB Lampung ini juga menyinggung beberapa paslon lain yang ditengarai tidak puas dengan hasil hitung cepat yang dirilis berbagai lembaga survei.

Namun, Nunik mengatakan: “Saya dengar Pak Herman, Pak Ridho, Pak Bachtiar suaranya `merdu`. Mari duduk bersama. Saya pengen duduk bersama membangun Lampung. Seperti Jawa Timur sudah duduk bersama”.

Nunik mengaku tidak pernah mempunyai ambis menjadi pemimpin di Lampung, namun kata dia, apa yang ditugaskan akan ia kerjakan dengan baik.

“Sepenuhnya politik itu untuk kemanusiaan. Sesuai perkataan Gusdur. Tidak ada yang lebih penting dari politik kecuali kemanusiaan. Kami niat baik maka kebaikan akan datang. Ayo kita hormati penyelenggara. Sejak awal kita percaya, Ayo berpolitik dewasa. Lampung damai berpolitik dewasa,” ajak Nunik. (rls).

Berita Terkait

Duplik Provokatif Pengacara PT HIM Berpotensi Memecah Belah Kerukunan 5 Keturunan Bandardewa

 958 Dilihat Bandarlampung ,( Mediamerdeka)— Tim kuasa hukum ahli waris 5 (lima) keturunan Bandardewa menyindir kinerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *