Dinkes Riau: Keracunan Massal di Kampar Termasuk KLB Kimia Lingkungan

 21 Dilihat

PEKANBARU — Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan pengujian makanan untuk mengetahui penyebab keracunan massal sebanyak 122 warga di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Riau.

“Sampel makanan telah diperiksa Unit Pelayanan Teknis Labkesling Dinkes Provinsi Riau, dan hasilnya membutuhkan waktu tujuh sampai 10 hari,” kata Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir, di Pekanbaru, Senin (2/7/2018).

Terhadap sampel mekanan ada sembilan parameter mikrobiologi yang akan diperiksa antara lain guna mengungkapkan E.coli, salmonella, shigella, vibrio, staphylococcus, streptococcus, bacillus, jamur dan clostridium.

Menurut dia, keracunan massal di Kampar sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

“Keracunan massal tersebut termasuk KLB kimia lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, tim gerak cepat dan krisis Dinkes Riau telah dikerahkan saat malam kejadian pada Minggu (1/7) ke lokasi bersama-sama dengan Dinkes Kampar untuk melaksanakan pelayanan kepada pasien hingga pukul 05.00 WIB.

Sedikitnya 122 warga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan pada sebuah pesta di rumah warga di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar, Nurbit, mencurigai keracunan terjadi setelah menyantap makanan saat pesta di rumah warga setempat bernama Samsuar pada Sabtu (29/6).

Gejala keracunan berupa muntah-muntah, pusing dan diare itu muncul selang 12 jam usai para korban menyantap makanan di pesta warga.

Pada saat pesta, tuan rumah menyediakan jamuan yang terdiri dari sate, soto, es tebak, nasi putih, rendang, gulai kambing, gulai rebung, ayam kecap, ayam bumbu, sambal lada hijau, kue dan agar-agar.

“Kalau dilihat dari kronologisnya, maka mereka habis menghadiri pesta di salah satu rumah warga. Rata-rata yang keracunan adalah para tamu undangan,”ujarnya.

Sebagian besar korban kemudian mendapat perawatan medis di Puskesmas Kampa, dan kini sudah bisa pulang dan melanjutkannya dengan pengobatan rawat jalan.

Namun, ada juga puluhan pasien yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain dengan kondisi kesehatan beragam.

Data terbaru mengenai jumlah korban keracunan massal adalah 81 dewasa dan 35 orang anak-anak.

Jumlah pasien yang telah dirujuk sebanyak 30 orang ke RSUD Bangkinang Kampar, 18 orang di RS Anissa di Kabupaten Kampar.

Selain itu, tiga orang juga dirujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru dan tiga orang lainnya ke Aulia Hospital, Pekanbaru. [Ant]

Berita Terkait

Pjs Gubernur Agus Fatoni: Saya Siap Laksanakan dan Kawal Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2020

 990 Dilihat Jakarta, Mediamerdeka.co – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *