Bangun Dermaga Dikerjakan Cara Siluman, Kades Pulau Pahawang Tutup Mata

 142 Dilihat

Mediamerdeka.co- Destinasi kepariwisataan di Provinsi Lampung kini semakin dapat dirasakan geliatnya. Hal ini terbukti dengan perhatian pemerintah provinsi yang berencana membangun dermaga dengan membelah Hutan Mangrove sepanjang 80 meter lebih di Dusun Suak Buah Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Saat ini tengah dikerjakan pembangunan – pembangunan proyek wisata Hutan Mangrove yang resprentatif keberadaannya juga menambah belasan spot wisata yang lebih dahulu telah beroprasional di wilayah ini.

Namun saat awak media yang sempat menjumpai Badan Permusawaratan Desa setempat benama Isnen dan juga Kepala Desa Pulau Pahawang Ahmad Salim beberapa waktu lalu tepat dilokasi proyek pembangunan yang disampaikan kedua aparatur Desa ini adalah bantuan dari Dinas PU Provinsi Lampung. Namun mereka diduga sepakat saat di konfirmasi terkait rekanan yang mengerjakan keduanya mengatakan tak tahu menahu,.

“Proyek demaga sepanjang 80 meter saat ini tengah dikerjakan guna menambah belasan tempat wisata yang sudah lebih dahulu ada, kali ini bantuan Dinas PU Provinsi Lampung untuk membangun wisata Hutan Mangrove dan segala fasilitas pendukungnya, setahu saya itu saja, masalah siapa rekanan kontraktornya juga besarnya biaya proyek ini tak tahu karena plang proyeknya pun tidak di pasang,” ungkap Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim.

Demikian pula saat salah satu Badan Permusawaratan Desa setempat Isnen ketika dikonfirmasi terkait proyek siluman ini, senada dengan Kadesnya yakni samakan suara tak tahu dengan pekerjaan proyek didepan matanya tersebut.

Prihal ini hendaknya menjadikan perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten, bagaimana tidak seorang kepala Desa tak tahu menahu dengan rekanan pengerjaan proyek di Dusun wilayahnya, ini tentunya merupakan sebagian kecil cerminan dugaan ketidak pedulianya dengan Pemda setempat, seperti salah satu contoh, begitu banyaknya destinasi wisata di Pulau Pahawang namun peraturan Desa pun disinyalir belum ada.

“Bagaimana dengan ketegasan pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, yang seharusnya bajibun PAD dari belasan destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi hingga wisatawan manca negara tak sedikit ke pulau ini,” terangnya.

Diduga setoran dari belasan tempat wisata juga berbagai pekerjaan swasta maupun pemerintah di pulau terpencil ini sangat nyaman kesatu tangan besi karena diduga jauh dari pantauan pihak yang berkompeten seperti Pemda dan badan Negara lainnya. (red/wr)

Berita Terkait

Duplik Provokatif Pengacara PT HIM Berpotensi Memecah Belah Kerukunan 5 Keturunan Bandardewa

 942 Dilihat Bandarlampung ,( Mediamerdeka)— Tim kuasa hukum ahli waris 5 (lima) keturunan Bandardewa menyindir kinerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *