AKHI Lampung Gelar Seminar dan Workshop

 22 Dilihat

Lampung, Media-merdeka.com- Assosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI)  Lampung menggelar Seminar  Nasional dan Workshop Kesehatan Haji Kiat Sukses Lolos Seleksi  TKHI/PPIH dengan tema ” Menuju petugas kesehatan haji Indonesia yang Shar’i (Sigap Handal Amanah Responsif dan Inovatif), ” yang berlangsung di Balai Keratun komplek kantor Gubernur, Minggu (07/10/2018).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang diwakili Plt. Sekdaprov Lampung Hamartoni membuka kegiatan bernuansa silahturahmi tersebut.

Ketua pelaksana dr.Sri Aryanti, MM.M.Kes, memaparkan bahwa acara ini di hadiri 500 peserta dan jajaran forkominda dilingkungan pemprov, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kepala Kemenag Provinsi Lampung, Sekretaris MUI Provinsi Lampung, Kepala KKP daerah panjang Sekda Tanggamus dan Direktur RS.Abdoel Muluk serta Direktur RS.Bintang Amin.

Adapun narasumber dalam seminar nasional serta wokrshop tersebut diikuti Dr.dr.H. Eka Jusuf Singka,M.Sc Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr.dr.H.Reihana Wijayanto, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr.H.Mohamad Yanuar Fajar, Sp.P, FISR, FAPSR, MARS Direktur KKHI Madinah 2018, dr.H Jerry Nasruddin Pattimura,Sp.PD Komandan TGC PPIH 2016-2018, Dr.H.Tendry Septa,Sp.KJ (K) Direktur RSJ Daerah Prov.Lampung dan Ns.H.Eko Harsono,S.Kep PPIH 2016.

Dr.dr.H. Eka Jusuf Singka,M.Sc Kepala Pusat Kesehatan Haji mengatakan untuk menjadi petugas haji syaratnya hanya  satu yakni meluruskan niat , tekad harus bulat. Menurutnya jika selama ini ikut mendaftar tidak kunjung  diterima masih ada yang salah dengan niatnya. Oleh sebab itu mulai  sekarang  harus merubah niatnya.

” Syarat pertama harus ikhlas tidak ada embel-embel, benerin dulu niatnya, kalau sudah berulang kali tidak lulus itu karena niatnya belum lurus,  niat dalam dirinya belum  benar,”kata Eka

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengatakan sejak diberlakukanya istitoah, jumlah jamaah haji Lampung  yang meninggal turun drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

” Tahun sebelumnya banyak jamaah yang ninggal, tahun ini  hanya 15 ninggal dunia,  dua diantaranya meninggal sebelum berangkat,” kata dia

Menurutnya, Istitoah merupakan kesehatan jamaah, kemampuan jemaah haji dari  aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental dan terukur dengan pemeriksaan yang dapat dipertanggung jawabkan,  sehingga jamaah bisa menjalankan sesuai dengan tuntutan agama Islam.

“Untuk wujudkan istitoah melalui pemeriksaan jamaah sejak mendaftar, pemerintah memandang perlu medis untuk mendampingi jemaah.” jelasnya

Ditambahkannya,  petugas kesehatan haji tidak hanya bertugas sampai jamaah haji selesai melaksanakan ibadah,  tapi juga hingga selesai pelaksanaan haji.

Reihana juga menegaskan,  tugas tenaga kesehatan haji diantaranya menyelenggara kesehatan haji

Pembinaan kesehatan , pelayanan kesehatan,  dan perlindungan kesehatan, yang tujuannya untuk mencapai kondisi istitoah jamaah.

“Mengendalikan istitoah ini juga bertujuan untuk mengurangi faktor resiko,  menjaga kesehatan jamaah selama di Indonesia di perjalanan hingga arab saudi,”papar dia

Selain itu, petugas haji juga bertugas untuk mencegah transmisi penyakit menular yang membawa penyakit keluar atau masuk jamaah, dan harus memperhatikan dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan haji.

” Karena tujuan merekrut  TKHI ini untuk dapat petugas yang sigap, handal amanah, responsif inivatif dan punya kompeten dalam menjalankan ibadah haji. Tenaga TKHI satu tim kesehatan yang bertugas penbinaan pelayanan dan perlindungan ibadah haji di kelompok terbang,” tandasnya

Sementara Ketua AKHI dr.Zam Zanariah,Sp.S.M.Kes menjelaskan,  seminar ini diharapkan mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi petugas haji yang baik. Kemudian sertifikat dari seminar ini menjadi salah satu syarat untuk mengikuti rekrutmen TKHI 2019.

Menurut dr.Zam,  syarat yang harus dipenuhi bagi para calon yang ingin mengikuti seleksi TKHI diantaranya selain mendaftar secara online dan mengikuti seluruh persyaratan.

“Yang menjadi poin penting bagi petugas kesehatan haji yaitu pendidikan, pengalaman dan meluruskan niat bahwa kita mendampingi tamu Allah,” tandasnya. (Red/Indah)

 

Berita Terkait

Gubernur Arinal Resmikan Gedung Sessat Agung Bumi Sai Waway Kota Metro

 1,656 Dilihat Metro, mediamerdeka.co-Gubernur Arinal Resmikan Gedung Sessat Agung Bumi Sai Waway Kota Metro Gubernur Arinal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *