Hakim PN Tetapkan Dua Kurir Sabu Divonis Seumur Hidup

 47 Dilihat

Mediamerdeka.co- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap dua terdakwa yang terlibat dalam kasus pengiriman (kurir) narkotika jenis sabu seberat enam kilogram.

Kedua terdakwa yang dihukum seumur hidup yakni, Rafi Febrianto (32), warga Lampung Utara dan Hendrik (36) warga Telukbetung Utara Bandarlampung.

Majelis hakim yang diketuai Surono menyatakan, para terdakwa bersalah, terlibat dalam jaringan narkotika. “Berdasarkan fakta-fakta persidangan, terdakwa terbukti bersalah. Atas perbuatannya, majelis hakim sepakat untuk menjatuhkan hukuman penjara selama seumur hidup,” kata hakim dalam vonisnya.

Sebelum menjatuhi vonis kepada para terdakwa, hakim terlebih dahulu membacakan hal-hal yang menjadi pertimbangan keputusan. “Yang meringankan, terdakwa sopan dipersidangan. Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan narkotika,” beber hakim.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa dan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum. Dalam tuntutannya, jaksa Sabiin menuntut para terdakwa dengan hukuman selama 18 tahun penjara.

Selain pidana penjara, jaksa juga menjatuhi terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider (atau diganti) enam bulan penjara.

Jaksa Sabiin mengatakan, Hendrik melanggar pasal 114 Ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman, jenis sabu-sabu yang beratnya melebihi satu kilogram,” kata jaksa dalam dakwaannya.

Jaksa menjelaskan, perbuatan terdakwa berawal pada 11 April 2018. Saat itu terdakwa Hendrik mendapat telepon dari Tinu (DPO) yang memerintahkan terdakwa untuk menjemput sabu dari orang yang tidak dikenal dengan upah Rp10 juta. “Atas perintah itu terdakwa pun mengiyakan,” ujar jaksa.

Tak lama kemudian, sambung jaksa, terdakwa Hendrik ditelepon orang yang tidak dia kenal. Orang itu menyuruh terdakwa menunggu di Hajimena, Natar, Lampung Selatan. “Selanjutnya terdakwa Hendrik diarahkan untuk menunggu di Bundaran Raden Intan,” ujarnya.

Selanjutnya terdakwa Hendrik dihubungi terdakwa Rafi yang saat itu akan menyerahkan narkotika seberat enam kilogram. Pada saat menunggu barang haram itulah terdakwa Hendrik ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung.

Sedangkan terdakwa Rafi Febrianto telah ditangkap terlebih dahulu oleh BNN Lampung

Berita Terkait

Tim Monitoring PPKM yang Dibentuk Gubernur Arinal Pantau Penanganan Pencegahan Covid-19 di Pesawaran dan Lampung Selatan

 362 Dilihat Pesawaran ( Mediamerdeka)— Tim Monitoring pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang dibentuk Gubernur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *