‘Tidak Layak’ Puluhan Sapi Bantuan Dijual

 43 Dilihat

Media merdeka.co- Dinilai tidak layak, puluhan ekor sapi bantuan pemerintah pusat ke para kelompok tani di Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, dijual para kelompok tani.

Terkuaknya penjualan sapi bantuan yang diserahkan pada sekitar tahun 2007 lalu ke para kelompok tani, setelah adanya pengakuan beberapa warga setempat.

Penjualan puluhan sapi bantuan itu dikatakan Rakim, Mantan Kepala Dusun (Kadus) Pelita Jaya dikarenakan dinilai sapi yang diberikan pemerintah tidak layak untuk dijadikan ternak.

“Sapi bantuan itu dijual karena tidak layak Mas… dan dijualnya berdasarkan kesepakatan kelompok,” aku Rakim mantan Kadus Pelita Jaya, Senin (04/02/2019) di kediamannya.

Dia juga mengatakan, jika dirinya bukanlah ketua kelompok penerima bantuan sapi karena ada ketua kelompoknya.

“Saya hanya mengetahui penjualannya pada waktu itu saya dikasih sekitar satu juta. Hasil penjualan itu dibagi sepuluh orang,” akunya.

Sementara Nasib, selaku penuntun penjualan sapi ke gelantik (penampung-red), mengaku jika dirinya hanya disuruh menjual saja.

“Saya cuma bantu jualin aja dan dikasih lima puluh ribu Mas… kalau memang bermasalah, saya siap untuk mengembalikannya,” ucap Nasib.

Nasib juga mengetahui jika sapi yang dijual tersebut merupakan sapi bantuan pemerintah, namun dirinya tidak mengetahui masalahnya.

“Saya tau Mas memang sapi itu sapi bantuan, tapi sayakan cuma penuntun sapi dan dikasih duit tuntun,” ungkap Nasib.

Penuturan berbeda diungkapkan Yani, selaku gelantik (penampung-red), yang mengaku jika sapi yang dibelinya berasal dari miliknya.

“Memang benar saya beli sapi, tapi sapi yang saya beli itu, sebelumnya memang dari saya yang dibeli mereka waktu masih kecil dulu,” ujar Yani.

Diterangkan Yani pula, bahwa dirinya tidak tau menahu mengenai penjualan sapi bantuan tersebut.

“Sepengetahuan saya, sapi itu dulunya dibeli dari saya dan dijual kembali ke saya. Jadi jangan hubungkan kemasalah sapi bantuan itu,” elaknya. (Roni)

Lamsel-Jati Agung, Dinilai tidak layak, puluhan ekor sapi bantuan pemerintah pusat ke para kelompok tani di Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, dijual para kelompok tani.

Terkuaknya penjualan sapi bantuan yang diserahkan pada sekitar tahun 2007 lalu ke para kelompok tani, setelah adanya pengakuan beberapa warga setempat.

Penjualan puluhan sapi bantuan itu dikatakan Rakim, Mantan Kepala Dusun (Kadus) Pelita Jaya dikarenakan dinilai sapi yang diberikan pemerintah tidak layak untuk dijadikan ternak.

“Sapi bantuan itu dijual karena tidak layak Mas… dan dijualnya berdasarkan kesepakatan kelompok,” aku Rakim mantan Kadus Pelita Jaya, Senin (04/02/2019) di kediamannya.

Dia juga mengatakan, jika dirinya bukanlah ketua kelompok penerima bantuan sapi karena ada ketua kelompoknya.

“Saya hanya mengetahui penjualannya pada waktu itu saya dikasih sekitar satu juta. Hasil penjualan itu dibagi sepuluh orang,” akunya.

Sementara Nasib, selaku penuntun penjualan sapi ke gelantik (penampung-red), mengaku jika dirinya hanya disuruh menjual saja.

“Saya cuma bantu jualin aja dan dikasih lima puluh ribu Mas… kalau memang bermasalah, saya siap untuk mengembalikannya,” ucap Nasib.

Nasib juga mengetahui jika sapi yang dijual tersebut merupakan sapi bantuan pemerintah, namun dirinya tidak mengetahui masalahnya.

“Saya tau Mas memang sapi itu sapi bantuan, tapi sayakan cuma penuntun sapi dan dikasih duit tuntun,” ungkap Nasib.

Penuturan berbeda diungkapkan Yani, selaku gelantik (penampung-red), yang mengaku jika sapi yang dibelinya berasal dari miliknya.

“Memang benar saya beli sapi, tapi sapi yang saya beli itu, sebelumnya memang dari saya yang dibeli mereka waktu masih kecil dulu,” ujar Yani.

Diterangkan Yani pula, bahwa dirinya tidak tau menahu mengenai penjualan sapi bantuan tersebut.

“Sepengetahuan saya, sapi itu dulunya dibeli dari saya dan dijual kembali ke saya. Jadi jangan hubungkan kemasalah sapi bantuan itu,” elaknya. (Roni)

Berita Terkait

Gubernur Arinal dampingi kunjungan Rombongan Tim pemantauan Lokasi Penyekatan Peniadaan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

 1,857 Dilihat Bakauheni ( Mediamerdeka )— Gubernur Arinal Djunaidi mendampingi kunjungan rombongan Tim Pemantauan lokasi Penyekatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *