4 Oknum Wartawan Kabur saat Petugas Kepolisian Sambangi SMPN 17

 77 Dilihat

Mediamerdeka.co-Baru satu hari kejadian salahsatu SMPN di Kota Bandarlampung, disambangi oleh lima orang oknum yang mengaku wartawan dari Lampung Tengah mendatangi SMPN 19 Bandarlampung diduga hendak meminta uang dengan alasan ada data penyimpangan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, Rabu (13/2) pagi.

Kini SMPN 17 yang terletak di jalan Abdi Negara No.9, Gulak Galik, Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, disambangi empat orang oknum yang mengaku wartawan salah satu media online dari Lampung Tengah, diduga akan melakukan pemerasan terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Saat berada di sekolah tersebut, keempat wartawan yang mengaku dari Lampung Tengah, tak sempat melakukan aksinya setelah kedatangan tamu dari Polsek Teluk Betung Utara, terkait kegiatan sosialisasi saber pungli.

Melihat kedatangan aparat melakukan sosialisasi saber pungli, tanpa alasan yang jelas keempat wartawan tersebut kebingungan dikarenakan, anggota Babinkantibmas Polsek Telukbetung Utara Mirta duduk bersama dengan keempat wartawan yang sedang berada diruangan Kepsek. Keempat oknum wartawan tersebut  diajak ngobrol  terkait kedatangan oknum tersebut, akibat obrolan yang semangkin tegang, akhirnya keempat oknum tersebut  langsung pergi tanpa berpamitan kepada pihak sekolah.

Menurut kepala sekolah SMPN 17 Bandarlampung Lisfani mengatakan mereka tidak sempat melakukan intimidasi kepadanya, lantaran adanya tam dari Babinkamtibmas dan Babinsa datang kesekolah tak lama setelah keempat oknum tersebut berbincang menanyakan terkait dana BOS kepada kepala sekolah.

“Mereka (Oknum wartawan) tidak sempat melakukan aksinya, langsugn buru-buru pergi” kata Lisfani kepada mediamerdeka.co, Kamis (14/2/2019).

Sebelumnya, diduga dilakukan oleh oknum yang sama, satu hari sebelum kejadian, lima orang oknum yang mengaku wartawan dari Lampung Tengah mendatangi SMPN 19 Bandarlampung diduga hendak meminta uang dengan alasan ada data dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, Rabu (13/2) pagi.

Wakil Kepala SMPN 19 Sugio mengatakan, kedatangan mereka untuk melakukan intimidasi Kepsek dan akan melakukan pemerasan terkait data temuan dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Dinas Pendidikan dan menunggu untuk dapat bertemu Kepsek SMPN 19.

Menurut Sugio, pada saat ditemui, para oknum ini mengancam akan menyebarkan data yang mereka dapat, jika tidak dapat memberikan uang sebesar Rp6 juta yang mereka minta.

“Mereka saya temui dan mengatakan mau ketemu kepala sekolah untuk menunjukkan data yang mereka punya. Lalu saya bilang kalau kepala sekolah sedang rapat MKKS. Tapi mereka tetap akan menunggu dengan mengatakan kalau mau damai saya harus memberikan uang Rp6 juta,” kata Sugio.

Karena tidak ada uang yang diminta, lanjut Sugio ini, maka dia ini menghubungi Kepsek dan lima oknum wartawan tersebut mengatakan akan menunggunya.

“Saya bilang tidak ada uang dan mereka menyuruh hubungi kepala sekolah dan menunggunya di ruang tamu depan,” terang Sugio.

Mendapat informasi adanya dugaan pemerasan di SMPN 19 tersebut, Aw yang yang juga komite sekolah SMPN 19 langsung meluncur ke sekolah diikuti anggota Polsek Tanjungsenang. Tidak beberapa lama dan setelah melihat kedatangan polisi, lima oknum yang mengaku wartawan ini langsung kabur tanpa dapat menjelaskan hasil temuan yang dimaksud.

Dikatakan Aw, salah satu anggota PWI Cabang Lampung yang juga merupakan Komite di SMPN 19 mengatakan, tadi pagi dia ditelepon Waka Kepsek dan menyatakan ada oknum yang mengaku wartawan hendak memintai uang.

“Saya ditelpon pagi jam 09.00 WIB. Lalu saya hubungi Kompol Hariyanto mantan Kasat Binmas Polres Lamteng yang menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Saat saya polisi tiba di sekolah, kelima  oknum yang mengaku wartawan dari Lamteng tersebut kabur. Disimpulkan jika maksud mereka itu diduga akan melakukan pemerasan di sekolah tersebut,” ucap Aw.

Sementara setelah lima oknum yang mengaku wartawan itu pergi, Ipda Aspul selaku Kapospol Tanjungsenang juga hadir ke sekolah setempat. “Jika maksud mereka seperti yang dikatakan Waka Kepsek (meminta uang Rp6 juta), itu berarti ada itikad tidak baik. Karena selaku wartawan pasti tidak bicara seperti itu (meminta uang),” ujar Ipda Aspul. (Red)

Berita Terkait

Buka Musda XV, Wagub Chusnunia Minta PRSSNI Isi Informasi Dengan Tone Positif

 1,135 Dilihat Bandarlampung ( Mediamerdeka)—— Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, membuka Musyawarah Daerah XV Persatuan Radio Siaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *