Polisi Satroni Terduga Pelaku Perampokan Dana PKH Warga Miskin

 137 Dilihat

Media merdeka.co- Guna menindaklanjuti dugàan Perampokan massal dana bantuan warga miskin, jajaran Polda Lampung, Jumat hingga Sabtu dini hari (16,17/02/2019), mendatangi kediaman Mala, Ketua Kelompok penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun 5 Desa Mulyosari.

Kedatangan aparat kepolisian tersebut, guna mendapatkan informasi dari para warga miskin.

“Semalam sampai pagi, polisi dari Polda dan Polsek, datang ke rumah Mala untuk minta keterangan warga,” ujar salah satu penerima PKH yang juga korban.

Warga ini juga mengatakan jika kedatangan aparat hukum ke tersebut, didampingi Kepala Desa (Kades) dan jajarannya.

“Dirumah Mala juga selain sebagian warga ada Pak Kades, Sekdes dan RT,” terangnya.

Kedatangan dan pertemuan di rumah terduga pelaku, berlangsung hingga menjelang pagi hari.

“Pertemuan itu dari malam sampai menjelang subuh untuk mengetahui permasalahan dari awal,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah terduga pelaku dibawa ke kantor polisi, warga ini mengatakan kalau terduga tidak dibawa karena masih dimintai keterangan saja.

“Malanya belum dibawa polisi, sepertinya cuma ditanya tanya aja dulu. Kami juga binggung,” cetus mereka.

Berita sebelumnya, Polda Lampung diminta mengungkap adanya dugaan jaringan terstruktur dan sistematis pada perampokan dana bantuan PKH bagi warga miskin.

Adanya pemotongan dan perampokan massal dana PKH yang dikucurkan Pemerintah Pusat tahun 2017/2018 ini, diduga terjadi di setiap wilayah Provinsi Lampung.

Sebelumnya pula, Kepala Desa (Kades) Mulyosari, mengatakan jika terduga pelaku perampokan dana bantuan PKH mengaku disuruh seseorang yang merupakan bagian dari pendamping.

Rabu (13/02/2019), Kades mengatakan, bahwa hasil pertemuan dan pengakuan ketua kelompok, perampokan dana warga miskin yang dilakukan, atas perintah seseorang yang nantinya akan dibagi setelah situasi kondusif.

“Dia ngakunya disuruh seseorang bagian dari pendamping, cuma dia tidak menyebutkan siapa yang menyuruh dan mengaku nomor hpnya terhapus,” kata Usuf Kades Mulyosari.

Dia juga, lanjut Kades ini, mengaku akan membagi dana rampokan itu jika kondisinya sudah aman.

“Tadinya dana itu akan dibagi bagi kalau aman. Tapi masalahnya sudah selesai dan dana yang dirampas dikembalikan melalui rt masing masing,” terangnya.

Kades ini juga mengatakan jika pihaknya akan menyelusuri siapa yang menyuruh untuk merampok dana warga miskin tersebut.

“Kami akan terus menyelidiki siapa yang menyuruhnya. Dan untuk masalah dana yang diambil, sudah dikembalikan,” timpal Usuf Kades Mulyosari.

Berita sebelumnya, terungkapnya terduga pelaku dilakangan penerima, melalui CCTV di salah satu ATM Malangsari. (Red)

Berita Terkait

Usai Upacara HUT RI ke-77, SMAN 9, Pelepasan Balon dan Pemotongan Tumpeng

 898 Dilihat Bandarlampung (Mediamerdeka)—Peringatan HUT RI ke-77, SMAN 9, berlangsung meriah dan sukses. Kepala SMAN 9 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.