Sikapi Keluhan Petani Supriyadi Siap Berjuang di DPRD Provindi Lampung

 141 Dilihat

Tulangbawang, Warga masyarat petani Tulangbawang khususnya para petani singkong dan karet, mengeluhkan rendahnya harga jual saat ini dan berharap adanya perjuangan putra daerah guna menstabilkan harga singkong dipasaran yang dikeluhkan para petani.

Keluhan ini terungkap saat Supriyadi Alfian, calon anggota DPRD Provinsi Lampung dari Partai Golkar Nyeruit bareng keluarga besar di Tulangbawang.

“Alhamdulillah, saya bisa nyeruit bareng keluarga di Tulangbawang. Namun, saya juga prihatin dengan banyaknya keluhan petani soal harga komoditas singkong dan karet di wilayah setempat,” ujar Calon DPRD nomor urut 4 ini beberapa waktu lalu.

Menurut dia, kestabilan harga hasil panen pertanian menjadi salah satu pokok perhatian saat terpilih di legislatif kelak.

“Keluhan ini akan saya bawa dan sampaikan ke pihak pemerintah, sehingga kelak tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh soal harga rendah,” paparnya.

Dia juga mengatakan, akan memastikan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) VI yakni Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji mendapatkan program Pemprov Lampung seperti Kartu Tani Berjaya.

“Kartu Tani Berjaya itu merupakan program Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi di bidang pertanian,” katanya.

Jadi, dengan program itu petani akan terbebas dari permodalan, bibit serta pupuk yang kerap menjadi persoalan masyarakat dapat teratasi.

“Jangan khawatir, pengentasan masalah pertanian ini menjadi salah satu prioritas pencalonan ini,” kata Caleg Golkar Lampung itu.

Sementara itu, Suparjono petani asal Kabupaten Tulangbawang Barat mengaku kesulitan dengan rendahnya harga singkong.

“Dulu harga singkong sempat mencapai Rp1.900 perkilogramnya, sedangkan sekarang hanya Rp1.200 perkilogram,” paparnya.

Dia berharap, Bang Supriyadi–sapaan akrab Supriyadi Alfian–bisa membawa aspirasi ini sehingga dapat mengatasi persoalan masyarakat tersebut.

“Saya harap Bang Supri bisa terpilih menjadi anggota DPRD Lampung sehingga bisa menjadi perpanjangan tangan masyarakat di daerah ini,” harap dia.

Diketahui, nyeruit adalah makan seruit bersama dan seruit merupakan jenis olahan yang terdiri dari sambal–sebagai bagian utama, yang dicampur dengan ikan bakar berjenis ikan sungai, ditambah dengan bagian dalam timun, terong bakar/goreng ditambah dengan tempoyak (durian yang telah di fermentasi).

Seluruh bahan tersebut diaduk dengan rata dan kalis dengan sedikit guyuran kuah pindang ikan baung/patin. Setelah kental, olahan seruit siap dihidangkan.(red)

Berita Terkait

Gubernur Arinal Resmikan 31 SMK dan Bagikan Bantuan kepada Masyarakat Lampung Utara

 334 Dilihat Lampura ( Mediamerdeka)— Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meresmikan 31 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *