Pemkab Pesawaran Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj

 66 Dilihat

Media merdeka.co- Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2019 M/1440 H yang Bertempat di Masjid Al-Ghufron Desa Cimanuk Kec. Way Lima. (Senin, 08/04).

Dalam kegiatan yang diisi Penceramah Muhajir Ahmad dari Lampung Selatan tersebut Bupati Pesawaran Dendi Romadhona menyampaikan, bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia atas terselenggaranya acara Pengajian ini. Dengan semakin banyaknya acara pengajian di Kabupaten Pesawaran maka semakin tampak bahwa tingginya tingkat keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah SWT. Terlebih lagi jika pengajian ini rutin dilaksanakan dan tidak hanya pada setiap peringatan hari besar Islam saja. Tentunya hal ini akan semakin mempererat ikatan silaturahmi antara sesama umat Muslim.

Selanjutnya, dirinya berharap peringatan Isra’ Mi’raj dan peringatan hari besar Islam lainnya hendaknya dilaksanakan secara sungguh-sungguh sebagai wahana untuk introspeksi diri dan untuk pencerahan jiwa melalui internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai keagamaan, guna meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Terutama dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, sebagai suri teladan utama (uswatun hasanah) umat manusia, sehingga kita dapat menata kehidupan yang lebih baik, secara duniawi (material) maupun ukhrowi (spiritual), khususnya dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pesawaran, secara material maupun spiritual.

Dalam konteks Hablumminallah (hubungan vertikal kepada Allah SWT), menurut dia, Isra’ Mi’raj mengandung banyak sekali hikmah yang dapat kita petik. Salah satunya yaitu, dari peristiwa Isra’ Mi’raj turunlah perintah atau kewajiban menjalankan shalat lima waktu. Shalat merupakan identitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta wujud pengabdian makhluk kepada Sang Khaliq. Sedangkan dalam kontkes Hablum Minannas (hubungan horisontal kepada sesama manusia), peringatan Isra’ Mi’raj merupakan wahana silaturahmi, untuk lebih meningkatkan kualitas ukhuwah dan sinergi dalam kerangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan saling mengingatkan dalam kesabaran, khususnya antara ulama dan umaro (pemerintah) maupun dengan stakeholders dan seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam rangka melakukan revitalisasi nilai-nilai keagamaan agar menjadi sumber etika atau landasan guna terwujudnya keberhasilan pembangunan seutuhnya, secara material maupun spiritual.

“Bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya berharap agar peringatan hari besar Islam ini, dapat menjadi salah satu wahana untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, semangat pengabdian dan profesionalisme yang lahir dari semangat penghayatan dan pengamalan ajaran agama, sehingga pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat lebih meningkatkan citra dan kinerja serta dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Sedangkan bagi umat Islam pada umumnya, peringatan Isra’ Mi’raj ini hendaknya dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin), karena menjunjung tinggi persaudaraan (ukhuwah), baik sesama muslim (ukhuwah islamiyah), sesama bangsa (ukhuwah basariyah) dan sesama tanah air (ukhuwah wathoniah), maupun cinta kasih, perdamaian serta hak asasi manusia. Menurut hemat saya, Islam tidak mentolelir adanya prilaku yang destruktif, anarkis, dan bentuk terorisme, apalagi sampai mengorbankan jiwa manusia yang tak ternilai harganya,” terang Dendi.

Dia yakin, perilaku tidak terpuji tersebut bukan dilakukan oleh seorang muslim yang betul-betul menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, sebagai agama pembawa rahmat bagi alam semesta, khususnya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang memiliki kasih sayang yang sangat besar kepada umat manusia.

Pada kesempatan yang baik ini saya ingin memyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran, bahwa sebentar lagi kita akan menghadapi pemilu, untuk itu mari kita jaga situasi agar tetap kondusif. Boleh berbeda pilihan tapi jangan sampai ada permusuhan dan perselisihan. Jadikan pemilu kali ini pemilu yang aman, damai dan sejuk sebagai pemersatu bangsa. Bukan sebaliknya malah menjadi pemecah bangsa dan jangan mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya (Hoax), tutup Bupati Dendi.

Hadir ditengah acara diantaranya pejabat dan pegawai pemerintah kabupaten Pesawaran, jamaah Masjid Al-Ghufron beserta undangan lainnya.

Berita Terkait

Gubernur Arinal dampingi kunjungan Rombongan Tim pemantauan Lokasi Penyekatan Peniadaan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

 1,782 Dilihat Bakauheni ( Mediamerdeka )— Gubernur Arinal Djunaidi mendampingi kunjungan rombongan Tim Pemantauan lokasi Penyekatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *