Home / Bandar Lampung / Dokter RSUDAM Mogok Kerja

Dokter RSUDAM Mogok Kerja

Bandarlampung,-Ternyata management dan pelayanan Rumah Sakit terbesar di Lampung RSUD dr. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, masih berantakan. Terbukti terjadi gejolak di kalangan tenaga medis terutama dokter, akibat management yang kurang baik.

Ini terbukti adanya ancaman aksi mogok kerja para dokter terutama di Poliklinik SMF Anak dan bedah RSUD Abdul Moeloek, Jumat (6/9/2019). Penyebabnya, karena jasa pelayanan belum diberikan kepada mereka.

Ada surat beredar yang ditujukan kepada Dirut RSUD dr. Abdul Moeloek tertanggal 5 September 2019, perihal “Pemberhentian Pelayanan Poliklinik SMF Anak”.

Ada delapan dokter spesialis yang membubuhkan tandatangan dalam surat yang dikirim ke Dirut RSUDAM yaitu; dr. Fedriyansyah, Sp.A, MKes, Dr. dr. Prambudi Rukmono, Sp.A (K), dr. Rogatianus Bagus Pratignyo, MKes, Sp.A (K), dr. Elvi Suryati, Sp.A. Kemudian, dr. Roro Rukmi Wondi Perdani, MKes, Sp.A, dr. Leni Ervina, MKes, Sp.A (K), dr. Riona Sari, MSc, Sp.A dan dr. Laili Indah Kusumawati Noor, Sp.A.

Surat para dokter spesialis ini disampaikan sebagai tindak lanjut yang pernah dikirim para dokter pada 16 Mei 2019, terkait jasa pelayanan yang belum sesuai. Berdasarkan hasil keputusan rapat SMF anak pada 5 September 2019. Dengan ini kata dokter sebagai dalam surat, terhitung mulai, Jumat 6 September 2019, pelayanan Poliklinik SMF Anak di RSUDAM akan diberhentikan.

Menanggapi surat mogok para dokter spesialis, Humas RSUDAM Lampung, Sapri saat dikonfirmasi mengatakan pelayanan tetap berjalan. Ia membantah tidak ada aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para dokter spesialis terutama dokter spesialis anak.

Disinggung tentang surat dokter tersebut hanya merupakan ancaman, Sapri mengatakan mungkin. Yang jelas sampai saat ini pelayanan di Poliklinik SMF Anak masih berjalan. ()

Berita Terkait

Dalam Tempo Singkat Keempat Pelaku Perampokan Di Indomart Natar berhasil Diringkus

Lamsel. Mediamerdeka.co. – Jajaran polres lampung selatan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan ( curas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *