Home / Nasional / 50 Guru SMK Ikuti Pelatihan 3D Printing

50 Guru SMK Ikuti Pelatihan 3D Printing

Sumsel, (Mediamerdeka.co)- Sekolah Menengah Kejuruan merupakan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs.

Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian. Kalo dulu disebut STM juga disebut SMEA dengan kata lain, lulusan SMK rata-rata mempunyai keahlian yang bisa bekerja maupun berwiraswasta.

Hal ini dikatakan guru besar Univeritas Gajah Mada Dr. Supama saat memberikan materi kepada 50 guru Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Pelatihan dan Pendampingan SMK Bidang Teknologi 3D Printing di Fakultas Teknik UGM, yang berlangsung dari tanggal 2 Oktober hingga 6 Oktober 2019.

Pelatihan dilakukan oleh Fakultas Teknik UGM bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Dalam pelatihan tersebut peserta kami kenalkan dengan teknologi 3D Printing dan aplikasinya,” jelas Ketua panitia Dr. Eng. Herianto, S.T., M.Eng., disela-sela akhir acara penutupan, Minggu (06/10/2019).

Herianto mengatakan peserta diajak belajar mengenal alat pembuat objek solid berbentuk tiga dimensi dari suatu model digital. Dengan teknologi ini membuat semua bentuk benda dapat dibuat dengan mudah.

Pengenalan teknologi 3D Printing di kalangan SMK disebutkan Herianto diperlukan mengingat teknologi tersebut menjadi salah satu teknologi utama dalam implementasi revolusi industri 4.0. Teknologi ini telah menjadi salah satu tren teknologi masa kini.

“Kita harus bisa menguasai teknologi ini jika mau menguasai teknologi masa depan. Karenanya kami berusaha menyebarluaskan pengetahuan tentang 3D Printing ini ke masyarakat termasuk SMK,” paparnya.

Dengan penguasaan teknologi 3D Printing ini diharapkan nantinya dari SMK dapat lahir produk-produk inovatif dalam berbagai bidang.

“Harapannya dari kegiatan ini nantinnya SMK dapat mengimplementasikan teknologi 3D printing untuk menghasilkan karya sesuai dengan kebutuhan jurusan masing-masing,” ujarnya.

Herianto menyampaikan bahwa pelatihan ini mendapatkan sambutan yang cukup positif dari kalangan SMK. Setidaknya tidak kurang dari 150 peserta yang mendaftar dan akhirnya terpilih 50 peserta terbaik untuk mengikuti kegiatan ini.

Usai pelatihan ini nantinya akan dipilih satu peserta terbaik yang akan dikirim mewakili Indonesia mengikuti kegiatan yang diadakan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) pada bulan November 2019 mendatang.

Salah satu peserta pelatihan Riky Aridansyah dari SMKN 2 Sungailiat, Bangka menyampaikan pelatihan ini memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan 3D Printing yang memegang salah satu peran penting dalam teknologi masa depan.

Dia pun berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata ke berbagai daerah di tanah air sehingga nantinya dapat diimplentasikan bersama dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa.

“Di Sekolah kami belum ada alat 3D Printing ini. Namun kedepan kami berencana akan berupaya menyediakan alat ini untuk menghasilkan produk-produk handicraft,”jelasnya.(red)

Berita Terkait

Dukung Pelantikan Presiden, Pelajar SMKN 1 Banjit Tolak Aksi Anarkis

Banjit, Media merdeka.co-Untuk mengantisipasi kerawanan Kamtibmas jelang Pelantikan Presiden RI, untuk mencegah aksi-aksi Radilkalisme dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *