Alzier Dianis Thabranie

Alzier : Rahman Kholid Gak Usah Ngotak

 24 Dilihat

Lampung (Mediamerdeka.co)- Alzier Dianis Thabranie mengatakan Rahman Kholid gak usah ngotak baru jadi ketua Golkar Kabupaten Pesisir Barat.

Dia menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Rahman Kholid bahwa Alzier cuma lucu-lucuan soal polemik komisaris utama Bank Lampung.

“Anak kemarin, belum tahu sejarah Partai Golkar Indonesia dan Lampung sudah menggurui saya,” ujar mantan dua periode ketua Golkar Lampung itu kepada RMOLLampung, Kamis (12/3).

Alzier Dianis Thabranie menantang bakal calon bupati Pesisir Barat itu diskusi soal politik, hukum, dan lainnya.

Jangan ngotaklah, anak siapa dia, keturunan siapa dia, tinggal di kampung mana di Kabupaten Pesisir Barat, tanya ketua Soksi Lampung itu.

Menurut Alzier, dia hanya mengingatkan kemungkinan gaji double jika orang dekat Gubernur Arinal Djunaidi, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto merangkap jadi komisaris utama Bank Lampung.

“Saya ingat dulu ada tokoh Golkar di Kota Bandarlampung, namnya kalo ndak salah M Jimo, wakil ketua DPD Golkar Bandarlampung, masuk penjara gara-gara gaji double,” katanya.

Jimo menerima gaji sebagai PNS dan sebagai wakil ketua DPRD Kota Bandarlampung.

“Masyarakat Bandarlampung tahu semua, apalagi para senior Partai Golkar Lampung. kecuali kader-kader partai yang mak jelas alias karbitan,” kata Alzier..

Rahman Kholid, advokat, menganggap pernyataan Alzier Dianis Thabranie lucu-lucuan saja akan melaporkan Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto yang kemungkinan akan jadi komisaris utama Bank Lampung ke KPK.

“Sok bicara hukum tapi tidak mengerti hukum,” ujarnya menanggapi “ancaman” tokoh masyarakat Lampung Alzier kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (10/3).

Praktisi hukum yang juga ketua Golkar Kabupaten Pesisir Barat ini berpendapat Alzier–seniornya di Partai Golkar–melihat aneh karena belum ada kerugian negara yang dilakukan Fahrizal Darminto.

“Memang sudah ada kerugian negara atau Pak Sekda sudah menjadi komisaris dan merugikan negara atau akan merugikan negara, hukum itu sederhana,” ujarnya.

Rahman Kholid mengumpamakan pisang goreng hangus di panci tutupnya alias fakta dulu baru bicara hukum.

Sebelumnya, Alzier menilai tidak tepat pengajuan orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi–Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto–sebagai calon komisaris utama Bank Lampung.

“Saya akan membuat surat ke KPK RI dan Kejagung jika ini benar–benar terjadi karena menyalahi aturan,” kata Alzier, mantan dua periode ketua Golkar Lampung.

Masak, katanya, PNS aktif mau mengambil gaji honer dari Bank Lampung. ‘Double-double itu. Waduh-waduh rusak Lampung ini,” tandas Alzier. (red)

 

Berita Terkait

Bawaslu Siap Diskualifikasi Paslon

 574 Dilihat Bandarlampung, Mediamerdeka.co – Ketua Bawaslu Bandarlampung, Chandrawansah, menyebut lembaganya siap mendiskualifikasi paslon jika melakukan …

One comment

  1. Kurang jauh bang kawan kita itu maen nya jadi kek gitu lah. Ha hahaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *