Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona bersama aparat gabungan dibantu anggota Polres Pesawaran dan TNI melakukan screening kendaraan yang melintasi Tugu Pengantin, Minggu (12/4).

Bupati Dendi Bersama Aparat Gabungan Screening Kendaraan

 25 Dilihat

Pesawaran (Mediamerdeka.co)- Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona bersama aparat gabungan dari Pemerintah Kabupaten setempat dibantu anggota Polres Pesawaran dan TNI melakukan screening kendaraan yang melintasi Tugu Pengantin, Minggu (12/4).

Orang nomor satu di Kabupaten Andan Jejama tersebut menyempatkan diri menyapa pengendara dan melakukan screening terutama plat kendaraan luar kota.

Dijelaskan, posko di Kabupaten Pesawaran berlapis untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

“Kita akan melakukan screening disetiap posko untuk mencegah penyebaran Virus Corona, sementara kita masih menunggu datangnya peralatan medis untuk kelengkapan petugas dalam menjalankan SOP pencegahan,” jelasnya.

“Sementara ada 3 posko yang dibangun, dan rencana akan dibangun banyak posko terutama di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten lain,” timpalnya.

Setelah mengunjungi Tugu Pengantin, Bupati Pesawaran juga memantau posko Covid-19 di desa Negeri Katon dan Puskesmas Roworejo Kecamatan Negeri Katon.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pesawaran diwawancarai oleh pihak media langkah apa yang diambil untuk penanggulangan Covid – 19 di Pesawaran. Bupati Dendi menjelaskan dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan efisiensi anggaran mulai dari pejabat eselon hingga tunjangan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran.

“Ya, dalam penanggulangan Covid-19 ini, kita memang melakukan sejumlah efisiensi anggaran seperti perjalanan dinas, dana taktis dan tunjangan-tunjangan. Saya pribadi selaku Bupati dan pak Wakil Bupati, tunjangan-tunjangan juga sudah di pangkas, lalu dana bagi hasil cukai tembakau kita refocusing juga. Rasionalisasi TPP pegawai juga ada, tapi yang setingkat pejabat mulai dari eselon empat, dan dana untuk acara ceremony dan sosialisasi kita tiadakan,” ungkapnya.

Menurutnya, sampai dengan saat ini Pemkab Pesawaran telah menyiapkan anggaran sebesar Rp19 miliar untuk penanganan Covid-19 hingga beberapa bulan kedepan. “Dalam mempersiapkan dana penanggulangan Covid-19 ini, kita menggunakan asumsi makro, jadi jumlah anggaran tersebut mungkin saja bertambah melihat dinamika nanti, itukan baru hitungan kita sampai dengan bulan mei (2020).

“Karena kemarin Kemendagri dan Kementerian keuangan juga sudah memberikan keleluasaan kita, agar Pemda bisa membuat asumsi-asumsi terburuk, sehingga anggaran itu bisa alokasikan uang pertama untuk indikator kesehatan, yang kedua jaring keamanan sosial, yang ketiga ekonomi dan pangan, seperti itu,” timpalnya.

Ia pun menjelaskan, mengenai hal ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kemendagri. “Kalau TAPD sudah saya tanda tangani. Kalau ke pihak legislatif sesuai regulasi hanya pemberitahuan atau informasi, tapi yang pasti kita sudah memberikan laporannya ke Kemendagri melalui Dirjen Keuangan Daerah,” jelasnya.

Setelah meninjau Posko Penanganan Covid 19, sebagai Bapak dari seluruh warga Pesawaran, Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona menyambangi Salimah (59) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Negeri Katon yang mengalami musibah kebakaran beberapa hari lalu.

Dalam lawatannya Bupati Pesawaran memberikan tali asih berupa sejumlah uang bagi korban untuk meringankan beban pasca musibah yang membuat Salimah mengalami kerugian berkisar ratusan juta rupiah.

“Saya berpesan agar keluarga lebih sabar dalam menghadapi musibah ini, bantuan ini walaupun tidak bisa membayar jumlah kerugian setidaknya bisa sedikit meringankan beban korban,” ujar Dendi Ramadhona.

Bupati Dendi juga mengapresiasi peran serta masyarakat Desa Sidomulyo yang mau bergotong royong membantu korban dalam membereskan puing puing bangunan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang mau membantu ibu Salimah, sehingga puing puing bangunan bisa di bersihkan, saya melihat masyarakat disini masih peduli dengan sesama warga,” ungkapnya.

Salah seorang anak korban, Heri mengatakan musibah kebakaran yang diderita berasal dari korsleting listrik.

“Ibu saya yang pertama mengetahui, kalau barang dagangan sembako dll tidak sempat diselamatkan, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tukasnya.

“Namanya musibah mas, saya ucapkan terima kasih kepada bapak Bupati yang telah datang mengunjungi kami sekaligus memberikan bantuan buat kami dan warga yang membantu disini,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Dendi juga memberikan masker kepada warga masyarakat yang belum memiliki masker guna mencegah penyebaran virus Corona.(red/kmf)

Berita Terkait

Pjs. Bupati Pesisir Barat, Achmad Chrisna Dorong Generasi Muda berperan dalam Pembangunan

 1,377 Dilihat Bandar Lampung, – Mediamerdeka.co – Pjs. Bupati Pesisir Barat, Achmad Chrisna Putra menghadiri Musyawarah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *