PLN Sikapi Dugaan Pungli dan Pemerasan Petugas P2TL Wayhalim

 48 Dilihat

Bandarlampung, (Mediamerdeka.co)-Menindaklanjuti dugaan Pungli dan Pemerasan terhadap pelanggan Listrik terkait OPAL yang dilakukan para oknum petugas P2TL ULP PLN Wayhalim, Rabu (29/0/2020), Petugas Unit Pelaksana Pelayanan (UP3) Tanjungkarang bersama ULP Wayhalim turun lapangan guna memastikan dugaan yang dimaksud.

Dalam penyelusuran kerumah konsumen pelanggan listrik terduga korban penipuan dan pemerasan, pihak PLN ini belum berkesempatan ditemui dengan berbagai alasan.
Ketika ditanya terkait langkah PLN atas dugaan tersebut, pihak PLN mengatakan masih menastikan dulu kebenaran dilapangan.

“Kami datang ke pelanggan listrik yang terkena OPAL pada saat tanggal 24 April dalam rangka memastikan kebenaran pemberitaan tersebut,” ujar Tio Supervisor ULP Wayhalim.

Supervisor ini juga mengaku jika pada tanggal yang dimaksud, data yang diterimanya dari petugas hanya terdapat beberapa pelanggan.

“Kami datang ke pelanggan untuk mencocokkan data yang diterima terkait hasil OPAL yang dilakukan petugas P2TL,” ungkap Tio.

Penuturan senada diutarakan Medi, petugas UP3 Tanjungkarang dengan maksud guna laporan keatasannya.

“Saya juga mendampingi sesuai perintah atasan guna memastikan dugaan tersebut,” tambah Medi UP3 Tanjungkarang.

Sayangnya, pihak dari PLN ini belum bisa ditemui terduga korban Pungli dan Pemerasan walau sudah menunggu untuk bertemu lama dikediaman korban.

Menurut informasi tetangga dekat rumahnya, pemilik rumah belum berkenan ditemui dan menjanjikan untuk datang beberapa hari lagi.

Menanggapi respon pelanggan listrik yang kurang koorporatif tersebut, pihak PLN masib legowo dan berharap dapat bertemu untuk kembali lagi sesuai janji pemilik rumah tersebut guna menindaklanjuti langkah atas pemberitaan di Media Massa Online.

Berita sebelumnya, adanya Opal oleh Tim P2TL PLN Wayhalim, diduga menjadi ajang Pungli dan Pemerasan para Oknum Petugas terhadap denda kesalahan konsumen.

Dari hasil penyelusuran dilapangan terkait adanya Operasi Pemutusan Arus Listrik (OPAL), pada Jumat (24/04/2020), terungkap adanya cara penyelesaian yang berbeda tèrhadap konsumen yang melanggar dan diputus untuk disita KWH meternya oleh petugas P2TL ULP Wayhalim.

Petugas P2TL dengan mengendarai dua minibus bersama satu aparat pengawal ini, sekitar pukul 08.30 WIB, mendatangi rumah rumah konsumen untuk dilakukan pemeriksaan arus listrik.

Pemeriksaan yang dilakukan pada beberapa rumah konsumen, petugas mendapati pelanggaran ketentuan dan diputus arus listrik untuk sementara serta diamankan KWHnya.

Uniknya, cara penyelesaian denda walau besarannya nilai dendanya berbeda, namun bagi konsumen yang kedapatan melanggar, tidak sama caranya penyelesaian pembayaran denda dan pemasangan KWH meternya.

Perbedaan penyelesaian denda seperti yang terjadi pada RH, salah satu warga Jln.M.Yunus Waykandis Tanjungseneng yang kedapatan melanggar dan dikenakan denda kisaran 14jt pada, Jumat (24/04/3020), mengatakan, jika pihak PLN melalui petugas Opal dilapangan telah memutus arus listrik miliknya karena ditemukan pelanggaran.

“Rumah saya diputus dan dibawa KWHnya dengan ketentuan denda sebesar Rp.14jt, jika akan dipasang kembali,” ujar RH.

Namun, tidak lama setelah diputus dan dirinya melakukan musyawarah negosiasi bersama petugas lapangan dan akhirnya bertemu di kantor PLN yang akhirnya KWH miliknya dikembalikan dan dipasang sendiri.

“Akhirnya saya sanggup bayar Rp.5jt dari Rp.6jt yang diminta mereka dan meteran saya dikembalikan dan saya pasang orang saya sendiri dirumah,” aku RH seraya meyakinkan (sumpah-red).

Sedangkan Aa yang juga warga setempat dan terkena pemutusan arus listrik, dianjurkan ke kantor untuk membayar denda Rp.7jt an sesuai aturan yang diterapkan pihak PLN dengan keringanan diangsur selama 12 bulan.

“Kalau saya malah disuruh nemui petugas di kantor dan membayar denda sesuai aturan yang telah ditetapkan pihak PLN dengan cara diangsur selama 12 bulan. Setelah bayar angsuran, baru KWH meter saya dipasang, tapi yang dipasang KWH baru. Pemasangan KWH itu juga oleh petugas pemasang KWH meter dari PLN,” aku Aa.

Menanggapi adanya pemutusan dan pemasangan kembali KWH meter pelanggan yang melanggar, Manager ULP PLN Wayhalim, Faizia Mahatvavirya, Senin (27/04/2020), mengatakan jika terjadi hal yang diluar aturan, maka pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu.

“Kalau ada yang seperti itu dilapangan dan oleh Petugas P2TL, akan kita selusuri dulu dan jika terbukti, akan kita tindaklanjuti,” jawab Faiz Manager ULP PLN Wayhalim.

Untuk itu Manager ULP Wayhalim ini menyarankan agar para konsumen yang akan melakukan penyelesaian terkait pelanggaran untuk datang ke kantor. (Tim Forwakum)

Berita Terkait

Gubernur Sosialisasi Pergub Tentang Kebiasaan Baru

 104 Dilihat BANDARLAMPUNG – MEDIAMERDEKA.CO,  Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan Sosialisasi Peraturan Gubernur Lampung Nomor 45 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *