Catatan atas Pelaksanaan Ujian CAT PPK Pemilu 2024 di Lampung

Bandarlampung, ( Mediamerdeka)—–Kendala Teknis Tetap Berulang di Kala Ujian Penyelenggaraan pembentukan badan Adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 kini telah memasuki tahap seleksi tertulis di Lampung, sejak tanggal 6 s/d 7 Desember 2022, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota dan Kabupaten menyelenggarakan ujian seleksi tersebut secara
serentak menggunakan metode ujian Computer Asisted Test (CAT). Melakukan pemantauan proses seleksi di beberapa Kota dan Kabupaten Lampung.

Hasil pemantauan dan laporan Netfid Lampung terhadap pelaksanaan seleksi tertulis PPK
Pemilu serentak 2024 di Lampung.

1. Kendala Tekhnis Metode CAT : Tetap Berulang di Kala Ujian Metode CAT adalah sistem seleksi dengan menggunakan alat bantu komputer guna memperoleh hasil ujian yang cepat,mudah,adil,transparan,dan objektif. Akan tetapi
metode ujian yang seharusnya memudahkan justru menimbulkan masalah, terutama bagi peserta seleksi. Kaitannya dengan metode CAT dalam perekrutan penyelenggara Pemilu nampaknya inovasi dan komputerisasi seleksi tersebut tidak dibarengi dengan persiapan yang baik. Merujuk permasalahan yang sama, kendala
teknis tersebut juga terjadi pada proses seleksi penyelenggara Pemilu di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Hasil pemantauan Netfid Lampung menunjukan bahwa permasalahan teknis dan error dalam proses ujian CAT PPK Pemilu 2024 banyak terjadi di Kota dan Kabupaten di Lampung. Beberapa kendala yang ditemukan dalam proses ujian adalah kualitas peranti CAT yang kurang baik, ketersediaan jaringan yang buruk, dan penyelenggara seleksi yang tidak responsif.
Hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi peserta seleksi seperti hilangnya konsentrasi dan pembuangan waktu secara percuma. Temuan Netfid Lampung di lapangan banyak sebagian peserta yang tidak dapat mengakses server namun
sebagaian lagi sudah mengerjakan soal, tentu ini menguntungkan sebagian peserta yang sudah lebih dulu mengerjakan sebelum server semua down.Kendala teknis yang seharusnya bisa diatasi tersebut seyogyanya terus berulang terjadi. Namun apabila kendala teknis tersebut masih saja terjadi, maka terdapat masalah besar terkait kesiapan penyelenggaraan seleksi.

2. Tidak Tepat Waktu dan Penundaan Waktu Ujian
Temuan Netfid Lampung pada penyelenggaraan seleksi di beberapa Kota dan Kabupaten di Lampung menunjukan bahwa banyak terjadi ketidaktepatan waktu
penyelenggaraan ujian CAT PPK Pemilu 2024. Panitia penyelenggara seleksi tidak
melaksanakan ujian sebagaimana dijadwalkan. Bahkan, terdapat penundaan jadwal ujian CAT ke hari berikutnya. Hal ini juga dibarengi dengan kurang responsifnya
beberapa panitia penyelenggara seleksi atas kritik dan masukan dari peserta seleksi atas terjadinya ketidaktepatan waktu dan penundaan jadwal seleksi. Berulangnya permasalahan tersebut nampak harus direspon serius oleh pemerintah, dalam hal ini adalah penyelenggara Pemilu. Komitmen digitalisasi
dalam proses demokrasi juga harus dibarengi dengan dukungan yang baik agar
tidak merugikan masyarakat. Oleh karena itu Netfid Lampung mendorong :

1. KPU Republik Indonesia bersama KPU Lampung untuk mengevaluasi secara
menyeluruh pelaksanaan PPK di Lampung, terutama kaitannya dengan penggunaan metode CAT dalam proses seleksi;
2. Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kota/Kabupaten di Lampung untuk lebih aktif
melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan seleksi pembentukan PPK di
Lampung. Hal ini bertujuan memberikan laporan dan catatan yang
komprehensif atas penyelenggaraan seleksi
3. KPU Kota dan Kabupaten di Lampung untuk berkomitmen pada
penyelenggaraan seleksi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Penyelenggara Pemilu harus mampu menjadi role model penyelenggaraan
seleksi yang baik, termasuk dalam ketepatan waktu dan pelayanan yang baik
bagi peserta seleksi.

Narahubung : Mega Ayu 081947605503

Berita Terkait

Saksi Benarkan Surat Kuasa Sita Eksekusi, Terdakwa Advokat Heru Hadi Hartono Palsu

Bandarlampung ( Mediamerdeka)— – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (31/1/2023) kembali menyidangkan kasus pemalsuan dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *