Nunik: Jangan Sampai Ada Lagi Kematian Ibu Hamil Di Lampung!

 65 Dilihat

BANDAR LAMPUNG, MEDIAMERDEKA.CO – Chusnunia, Bupati Lampung Timur (Non Aktif) yang dikenal dengan panggilan Nunik menegaskan agar pelayanan kesehatan harus menyentuh sampai dirasakan rakyat di pedesaan seluruh Lampung dengan mendorong petugas puskesmas masuk desa dan mengaktifkan kembali posyandu di memeriksa rakyat di desa-desa.

“Mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara dan setiap warga negara pun wajib membantu siapa saja yang membutuhkan layanan tersebut. Untuk itu pemerintah harus memastikan pelayanan kesehatan sampai desa-desa. Jangan lagi ada kematian pada ibu hamil, karena tidak ada fasilitas kesehatan,” kata dia di Bandar Lampung, Kamis (5/3).

Nunik mengungkapkan bahwa dalam programnya sebagai Bupati Lampung Timur telah menggalakkan Jumat Sehat, yang tujuannya setiap petugas kesehatan di puskesmas turun langsung ke desa memeriksa warganya secara rutin lewat pertemuan-pertemuan posyandu rutin sebulan sekali.

Ia mengingatkan, kader kesehatan di desa-desa harus rutin diberikan pelatihan. Secara rutin juga melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga dan bila ada yang hamil dan telah memasuki masa siap melahirkan maka akan langsung diberikan dikawal untuk mendapatkan kepastian tempat melahirkan

“Sehingga jika ada warga yang sakit atau masa kehamilan mendekati melahirkan, akan segera diberikan pemeriksaan dan perawatan secara intens,” kata perempuan yang pernah menjabat anggota DPR RI.

Jangan sampai menurutnya pelayanan kesehatan di Lampung tidak menyentuh masyarakat yang tinggalnya masih berada di pedalaman dan pedesaan. Oleh karena itu peran kader posyandu dan kader puskesmas sangat dibutuhkan.

“Puskesmas desa (puskesdes) yang menjadi program unggulan pemerintah pusat harus dipastikan aktif dan memiliki tenaga kesehatan dan obat-obatan dasar,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak ikut bekerja sama memperbaiki sistim pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yang sempat terbengkalai selama ini dan mengakibatkan masyarakat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Agar kita bisa bersama memperbaiki sistim pelayanan kesehatan masyarakat dari desa sampai di kota-kota,” tegasnya

Pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung khususnya rumah sakit daerah setiap tahun dinilai masyarakat semakin menurun, karena dinilai tidak menjangku masyarakat bawah. Sejumlah kasus pun kerap terjadi di kepemimpinan Ridho Ficardo, seperti mobil ambulans Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeluk (RSUDAM) yang menolak mengantarkan pasien.

Ibu Hamil Meninggal

Beberapa hari lalu kembali terjadi masalah kesehatan, Murni Rohayati (38), warga Dusun Leuweung Kolot, Pekon Campang Way Handak, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, meninggal dunia setelah berjuang sendirian melahirkan bayinya.

Karena tempat tinggal yang jauh dari pelayanan kesehatan bahkan rumah sakit, sehingga ibu bersama calon bayinya meninggal karena ingin melahirkan.

Diketahui jarak rumahnya yang berada di kawasan hutan lindung itu berada sangat jauh dari pusat kesehatan yakni 20 Kilometer.

Sejumlah warga berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali, pelayanan kesehatan harus menyentuh masyarakat sampai ke pelosok hutan.

“Seharusnya kejadian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan tidak terjadi lagi, bisa diantisipasi dengan pengawasan atau bidan turun ke desa,” kata Suparjo warga Kabupaten Tanggamus kepada Bergelora.com di Bandar Lampung, Selasa (3/4).

Seharusnya pelayanan kesehatan bisa menyentuh langsung masyarakat bawah, tapi sampai dengan saat ini tidak ada dan bidan atau puskesmas turun ke desa pun tidak jalan.

Hal senada disampaikan, Rohimat warga Kabupaten Tanggamus mengungkapkan bahwa kejadian beberapa waktu lalu menjadi coretan buruk bagi pemerintahan Ridho Ficardo-Bahtiar Basri sebab pelayanan kesehatan tidak menyentuh masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus bisa menyentuh masyarakat, jangan hanya untuk orang perkotaan,” ujarnya.

Jika tinggal di kota pelayanan kesehatan mungkin maksimal, tapi untuk warga yang berada di pedesaan jauh dari rumah sakit seperti apa solusinya.
Seharusnya itu sudah ada solusinya, bukan baru ada kejadian pemerintah baru bisa bertindak.

Kesedihan Nunik

Yang menyentuh adalah tanggapan Bupati (Non-Aktif) Lampung Timur, Chusnunia yang dipanggil mbak-Nunik terhadap berita kematian diatas yang dimuat di media massa cetak Kupas Tuntas di Lampung dan link berita kupatuntas.co

Tanggapan Nunik itu berisikan Bait Lagu Perjuangan ‘Darah Juang’ karya John Tobing. Dibawah ini isi lengkapnya:
noenia_ch: Duka pagi ini…..Gusti…..”di sini negeri kami, tempat padi terhampar….samuderanya kaya raya, tanah kami subur tuan. Di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka, anak kurus tak sekolah, pemuda desa tak kerja….mereka dirampas haknya…tergusur dan lapar. Bunda relakan darah juanh kami..padamu kami berjanji”…

Bagaimana saya tidak menangis menyanyikan lagu ini…..bagaimana kita tidak tergugah hati kita…..tidak ada yang penting dari politik, kecuali kemanusiaan!!…buatku pilkada bukan pertarungan rebutan kekuasaan…ini pertaruhan perjuangan nasib rakyat…ini tentang perjuangan kemanusiaan.

Berita Terkait

Kadis Kominfotik pimpin Rakor dan FGD Bidang Informasi dan Komunikasi Publik

 453 Dilihat Kalianda ( Mediamerdeka) — Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, SE, M.AP, memimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *