Lamsel (Mediamerdeka.co)- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto meminta para orang tua agar bisa memberikan pola pengasuhan yang terbaik dalam mendidik anak.
Hal itu disampaikan Winarni dalam acara Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) untuk Kader dan Pengurus. .
Sementara itu, acara yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Selatan ini menghadirkan narasumber Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Provinsi Lampung, Tony Fisher.
Hadir juga, Ketua DWP Lampung Selatan, Yani Thamrin, Kepala Dinas PPPA, Anasrullah, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Eka Riantinawati.
Winarni mengatakan, untuk mendidik anak dan remaja sesuai dengan perkembangan zaman diperlukan keseriusan dan kesabaran yang tinggi.
Menurutnya, mengatasi pola pergaulan anak dengan cara yang keliru dapat menyebabkan tekanan psikis kejiwaan anak, sehingga dapat menjadi sulit terkontrol dalam pergaulannya.
“Saya meminta kita semua untuk menanamkan nilai-nilai yang baik untuk anak sejak usia dini. Diharapkan dari keluarga, kesadaran untuk hidup jujur dan bertanggung jawab. Dan dapat berakhlak mulia, ”ujar Winarni.
Lebih lanjut Winarni menyampaikan, dampak ekonomi bagi orang tua akibat pandemi COVID-19 juga dapat mempengaruhi pola didik anak.
Dimana menurutnya, dalam kondisi COVID-19 seperti saat ini, anak lebih bergelut dengan gadget atau smartphone. Imbasnya akan berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Apalagi pada masa Golden Age (usia 3-9 tahun) baik pra remaja dan remaja.
Karena itu, Winarni mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi, khususnya smartphone. Pasalnya, era sekarang ini, hampir tidak bisa lepas dari gadget. Bahkan, cenderung kurang memperhatikan perkembangan anak.
“Peranan orang tua dalam keluarga merupakan lembaga pendidikan utama bagi anak. Baik keluarga buruknya, keluarga baik keluarga, ”tukasnya.
Untuk itu, dia berharap, seluruh peserta sosialisasi agar mendapat pengetahuan yang diperoleh dari bekal dan bimbingan dalam menindaklanjuti penyuluhan terhadap terkait terkait pola asuh anak dan remaja di wilayahnya masing-masing.
“Pola asuh pada anak dan remaja haruslah benar. Seperti memberikan gizi yang seimbang, pendidikan yang baik, serta melindungi anak dari bahaya narkoba dan sisi negatif perkembangan teknologi yang teradopsi dari dunia maya dan media sosial, ”imbuhnya.
Ketua TP PKK, Hj. Winarni bersama narasumber acara sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja. | Foto: Diskominfo
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA, Anasrullah menambahkan, upaya orang tua dalam membina dan membimbing anak, baik jiwa dan raganya, telah dimulai sejak dalam penyediaan hingga dewasa atau bertambah 18 tahun.
“Orang tua sangat diharapkan menjadi teladan dalam sikap prilaku dan tutur kata yang bersumber dari pikiran, perhatian dan perilaku yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan santun dan berbudi pekerti sesuai dengan adat budaya Indonesia,” tuturnya.
Anasrullah juga mengatakan, pola asuh anak dan remaja dalam keluarga sangat penting dilakukan. Penyebab kata dia, anak amanah dari Allah SWT yang menjadi harapan masa depan dan menjadi bagian dari anggota keluarga dan masyarakat.
“Orang tua menjadi peran penting. Untuk itu anak harus disiapkan sejak dini melalui beberapa tahapan. Dengan harapan akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas, bermoral, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa, ”pungkasnya. (Endri/Az)