Warning: getimagesize(https://mediamerdeka.co/wp-content/uploads/2018/04/27D4BAE4-4C9C-466F-83B2-750459AE5771.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u711060917/domains/mediamerdeka.co/public_html/wp-content/plugins/easy-social-share-buttons3/lib/modules/social-share-optimization/class-opengraph.php on line 630

Dishut Lampung dan Puslibathut Bahas Stasiun Riset Taman Nasional

Loading

Bandarlampung,mediamerdeka.co- Dinas Kehutanan Provinsi Lampung bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Jasa Lingkungan Berbasis Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas, Kamis (19/4/2018) di Swissbell Hotel Bandar Lampung.

Dalam FGD ini hadir Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kirsfianti L. Ginoga. FGD dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Hutan, Wiyogo Supriyanto dan diikuti oleh unsur UPT Kementerian LHK, unsur Dinas Kehutanan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Lampung, akademisi, masyarakat dan NGO (Non Government Organization), serta menampilkan enam narasumber.

Dalam sambutan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kirsfianti L. Ginoga, menjelaskan bahwa Taman Nasional memiliki nilai strategis, sebagai benteng terakhir pelestarian ekosistem dan biodiversitas. “Setiap Taman Nasional memiliki tipologi spesifik, satwa prioritas berperan dalam ekosistem, serta memiliki potensi jasa ekosistem dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam acara ini juga ditandatangani dukungan terhadap pengembangan stasiun riset oleh para pihak dari perwakilan peserta. Stasiun riset di taman nasional telah terbangun di tujuh taman nasional di Indonesia. Diharapkan dengan adanya stasiun riset tersebut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi ke delapan dan ke sembilan. “Apalagi, kedua Taman Nasional ini merupakan warisan dunia dan Asean. Pengelolaan Taman Nasional berbasis riset ini menjadikan pengelolaan akan semakin baik,” ujar Kapuslitbanghut ini (Red)

Berita Terkait

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza Serahkan 15 Paket Kaki Palsu kepada Penerima Manfaat

BANDARLAMPUNG — Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, menyerahkan bantuan 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *