Home / Bandar Lampung / KPK Rekomendasikan Pemprov Sulteng ke Lampung

KPK Rekomendasikan Pemprov Sulteng ke Lampung

Mediamerdeka.co- Pemprov Sulawesi Tenggara belajar implementasi  e-planing dan e-budgeting melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dengan Pemprov Lampung.

Hal tersebut terungkap dari rapat yang dilakukan di ruang rapat Badan Keuangan Daerah (Bakuda), dilansir, radarlampung.co.id, Kamis, (11/7).

Kepala Bakuda Provinsi Lampung,  Minhairin mengatakan, penerapan e-planing/e-budgeting dilakukan pada tahun anggaran 2019. Di mana,  ada beberapa tahapan yang dilakukan salahsatunya penganggaran.

“Tahap pertama itu sekitar Rp6 miliar tahap kedua Rp7 miliar. Ini sesuai rujukan Pemprov Sumatera Utara,  yang pada tahun lalu kami belajar di sana, ” jelasnya dalam rapat.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan lagi adalah dalam penyusunan anggaran,  saat ini sistem yang digunakan adalah Rencana Kerja (Renja) berbasis Rancangan Kerja Anggaran (RKA),  di mana dalam renja tersebut tidak boleh dicantumkan merek.

“Kita tidak usah ragu untuk memasukkan harga. Karena itu sebagai dasar saja. Jadi,  jika realisasinya lebih ya jangan disamakan, ” kata dia.

Min melanjutkan,  perencanaan yang dilakukan dalam aplikasi ini yakni mematangkan peneyelenggaraan keuangan daerah dalam satu tahun ke depan. Namun,  lancar atau tidaknya implementasi sistem ini harus diimbangi dengan Komitmen pimpinan.

“Apapun aplikasinya,  kalau pimpinannya baik itu kepala daerah,  sekda,  kepala OPD nya tidak komit ya tidak akan berjalan. Sebab,  untuk mengimplementasikan e-planing/e-budgeting butuh tenaga,  fikiran dan sebagainya, ” paparnya.

Sementara,  Asisten bidang Administrasi Umum Setprov Sulawesi Tenggara Suharno mengatakan,  dalam melaksanakan sistem keuangan daerah Pemprov Sulteng berkiblat dengan  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  kemudian Sumatera Utara.

“Lalu kami juga saat ini sudah menggunakan aplikasi yang dari BPKP tapi belum terintegrasi. Dari DIY dan Sumut itu baru setengah jalan. Namun,  KPK merekomendasikan untuk belajar di Lampung. Perintah pak Gubernur kami juga demikian. Saya berpesan kepada teman-teman operator untuk menyerap ilmu se dalam-dalamnya dari Lampung, ” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya sudah ada dua pemprov yang belajar e-planing/e-budgeting di pemprov Lampung. Yakni,  Jambi dan Sulawesi Barat serta beberapa kabupaten di Wilayah Timur.

Berita Terkait

Gubernur Arinal Serahkan Bantuan Pertanian dan Perikanan ke 15 Kabupaten/Kota

Bandarlampung, (Mediamerdeka.co)- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *